Pria Tewas Tak Wajar di Garut
Mayat yang Ditemukan di Indekos di Garut Tanpa Tanda Kekerasan, Keluarga Menolak Autopsi
Polisi tak menemukan tanda-tanda kekerasa di tubuh HS (40), pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekos.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Ringkasan Berita:
- Polisi tak temukan tanda-tanda kekerasan pada jasad yang ditemukan di kamar indekos.
- Mayat itu ditemukan di indekos yang berada di Kampung Maktal, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025) siang.
- Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Polisi tak menemukan tanda-tanda kekerasa di tubuh HS (40), pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekos.
Mayat itu ditemukan di indekos di Kampung Maktal, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025) siang.
HS kemungkinan sudah meninggal dunia beberapa hari yang lalu, lantaran saat ditemukan, jasadnya sudah dalam kondisi membusuk.
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap jasad HS di lokasi kejadian.
Baca juga: Pria Berseragam TNI di Garut Ditangkap karena Curi Cabai, Terungkap Statusnya
"Hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban," ujar Joko kepada Tribunjabar.id, Sabtu malam.
Meski demikian jasad korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan kemudian diurus sebelum dimakamkan.
HS merupakan warga asli Kampung Panunjuk, Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
"Keluarga korban juga menerima takdir dan tidak mau jasad korban dilakukan autopsi," ucap AKP Joko.
Wahid (79), orang tua HS, mengatakan, anaknya itu sudah satu pekan ini tidak berkomunikasi dengannya.
Ia sempat syok lantaran tahunya HS tinggal bersama saudaranya di Kecamatan Kadungora dan bekerja sebagai ahli rias pengantin juga memiliki usaha katering.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja Salon di Garut Ditemukan Tewas Tak Wajar, Bersimbah Darah di Kamar Kos
"Yang saya tanda-tanya adalah kenapa anak saya di Maktal, saya tidak tahu dia kos di sana. Selama ini tahunya di kakaknya di Kadungora," ujar Wahid kepada Tribunjabar.id di RSUD dr Slamet Garut.
Ia menuturkan, anaknya itu memang ahli dalam bidang rias, bahkan sudah banyak pelanggannya dari berbagai daerah mulai Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.
Wahid menyebut, pihak keluarga tidak akan melapor atau mencari tahu penyebab kematian anaknya itu.
"Saya menerima takdir, ya mau bagaimana lagi. Semoga amal ibadahnya diterima biar dia tenang saja, maka harus segera dimakamkan," ungkapnya. (*)
| Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya Hadiri Pelantikan Pengurus PAN Jawa Barat di Hotel Sutan Raja |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Jabar Mendukung Hilirisasi Riset Menjadi Aset dan Pemajuan Sentra KI |
|
|---|
| Bertaruh Nyawa Lewat Jurang, Bupati Bandung Barat Kaget Lihat Kondisi SDN Giriasih: Genting Barolong |
|
|---|
| Kemenag Jabar Sebut MAN IC Sumedang Jadi “Maung”, Madrasah Unggul Berbasis Sains dan Akhlak |
|
|---|
| Di Balik Berdirinya MAN IC, Ada Perjuangan Panjang Komisi III DPRD Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/HS-dari-indekos-yang-berlokasi-di-Kampung-Maktal-Desa-Paminggir-Kecamatan-Garut-Kota.jpg)