Jumat, 8 Mei 2026

Mau Touring Tapi Susah Dapat Izin Istri? Komunitas Nebo Beri Tips-nya Biar Gampang

Bagi sebagian pria, hobi touring atau turing motor seringkali terbentur satu hal penting, yaitu izin dari istri. Komunitas Nebo beri tips.

Tayang:
Tribun Jabar/tangkapan layar podcast Tribun Jabar 
KOMUNITAS NEBO - Penasihat Nebo, Aa Use, Wakil Ketua Umum Nebo Indonesia, Kang Ebe, dan Pemimpin Redaksi Tribun Jabar, Adi Sasono (kanan), berbincang soal komunitas Nebo. 
Ringkasan Berita:
  • Bagi sebagian pria, hobi touring atau turing motor seringkali terbentur satu hal penting, yaitu izin dari istri
  • Komunitas ini justru punya cara tersendiri agar hobi tetap jalan tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga
  • Penasihat Nebo, Aa Use, menegaskan bahwa izin keluarga menjadi hal utama sebelum turing dilakukan 
  • Komunikasi yang baik menjadi kunci utama. Bahkan di komunitas Nebo, keterbukaan dengan pasangan justru didorong sejak awal 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi sebagian pria, hobi touring atau turing motor seringkali terbentur satu hal penting, yaitu izin dari istri. 

Hal ini juga dirasakan oleh anggota Komunitas Nebo Indonesia, yang mayoritas sudah berkeluarga.

Namun menariknya, komunitas ini justru punya cara tersendiri agar hobi tetap jalan tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga.

Penasihat Nebo, Aa Use, menegaskan bahwa izin keluarga menjadi hal utama sebelum turing dilakukan.

“Kalau tidak ada izin istri, perjalanan tidak akan tenang. Di jalan kepikiran terus, ditelepon, akhirnya tidak fokus. Jadi izin itu wajib,” ujar Aa Use saat wawancara bersama Pemimpin Redaksi Tribun Jabar, Adi Sasono beberapa waktu lalu.

Aa Use pun memberikan tips kepada para suami yang mau turing lancar dengan bekal izin dari istri. 

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci utama. Bahkan di komunitas Nebo, keterbukaan dengan pasangan justru didorong sejak awal.

“Kami membiasakan terbuka, bahkan istri-istri kadang diajak ikut kumpul, jadi mereka tahu kegiatan suaminya seperti apa,” jelasnya.

Baca juga: Persija vs Persib di Segiri Boleh Dihadiri Para Jakmania, Bagaimana dengan Bobotoh?

Meski begitu, dalam urusan modifikasi motor, anggota mengakui bahwa kejujuran soal anggaran seringkali menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau soal modif, kadang bukan tidak jujur, tapi lebih ke anggaran, yang penting kita sesuaikan kemampuan, tidak dipaksakan,” katanya sambil tertawa.

Selain izin, persiapan fisik juga menjadi faktor penting agar turing berjalan aman, terutama bagi anggota yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Menurutnya, dua hari sebelum turing harus istirahat cukup, jangan sampai di jalan ngantuk, karena berbahaya.

Ia juga membagikan tips menarik terkait pola makan sebelum perjalanan jauh.

Kurangi karbohidrat dan makanan manis sebelum turing karena bisa bikin ngantuk.

Lebih baik konsumsi protein seperti telur supaya badan tetap segar.

Sementara Wakil Ketua Umum Nebo Indonesia, Kang Ebe, juga mengingatkan hal yang tak kalah penting, perlengkapan berkendara juga harus diperhatikan.

“Minimal helm full face, sarung tangan, jaket, dan sepatu yang menutup mata kaki, semua harus safety,” kata Ebe.

Baca juga: SAH Kantongi Izin KLH, 18 Insinerator di Bandung Kembali Beroperasi untuk Mengolah Sampah

Dari sisi teknis, kondisi motor juga harus prima sebelum digunakan turing.

Menurutnya, motor wajib diservis dulu sebelum pergi turing.

"Jangan sampai kita sudah siap, tapi motor tidak siap. Itu bisa membahayakan,” ujar Ebe.

Dalam perjalanan, Nebo juga menerapkan sistem berkendara yang disiplin dengan adanya road captain (RC) dan sweeper untuk menjaga rombongan tetap rapi.

Menariknya, bagi sebagian anggota, turing justru menjadi cara memperluas jaringan pertemanan di berbagai daerah.

“Kadang kita ke kota lain, belum pernah ketemu, tapi disambut seperti saudara. Itu yang bikin komunitas ini beda,” kata Ebe. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved