Kamis, 4 Juni 2026

6 Amalan di Bulan Syawal Bisa Dikerjakan Setelah Ramadhan dan Idul Fitri

Terdapat 6 amalan di bulan Syawal yang bisa dikerjakan umat muslim setelah bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Canva via Surya.co.id
BULAN SYAWAL: Ilustrasi Bulan Syawal - Terdapat 6 amalan di bulan Syawal yang bisa dikerjakan umat muslim setelah bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri. 

“Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
 
Puasa Syawal sebaiknya dilakukan secara berurutan. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa puasa ini boleh dilakukan kapan saja (selain hari yang dilarang untuk puasa) selama masih di bulan Syawal.

Baca juga: Apakah Boleh Berpuasa Syawal Sebelum Mengganti Utang Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan MUI

3. Menjaga Salat Wajib dan Meningkatkan Salat Sunah

Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al Quran untuk menjaga salat wajib sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 238.

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ 

Artinya: "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'" (QS. Al-Baqarah: 238).

Dalam hal ini maka amalan salat baik wajib maupun sunah yang telah rutin dilaksanakan di bulan Ramadan hendaknya dijaga seterusnya.

Bahkan disarankan agar umat muslim meningkat salat sunah seperti menyempurnakan kekurangan ibadah di bulan Ramadhan.

Sebagaimana namanya Syawal berasal dari kata yang berarti "peningkatan", menandakan semangat beribadah yang meningkat pasca-Ramadhan.

4. Dianjurkan Menikah di Bulan Syawal

Amalan menkah di bulan Syawal ini merujuk pada Rasulullah SAW yang menikahi Aisyah pada bulan Syawal.
 
Hal ini berdasarkan hadis riwayat sebagai berikut.
 
تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).
 
Para ulama khususnya kalangan madzhab Syafi'i menganggap bahwa menikah, menikahkan, atau berhubungan intim dengan istri baik dan dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Syawal.

5. Sedekah

Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271, 

“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).

6. Puasa Sunah

Karena di bulan Syawal ini dianjurkan meningkatkan ibadah, maka sebagai lanjutan dari puasa Ramadhan untuk melaksanakan puasa sunah.

Selain puasa 6 hari di bulan Syawal, umat muslim juga dapat mengerjakan puasa sunah lainnya yaitu puasa Ayyamul Bidh maupun puasa Senin dan Kamis.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved