Senin, 18 Mei 2026

Gedung Pusat Kebudayaan, Ikon Heritage yang Hidup Lagi

Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) di Kota Bandung menjadi salah satu tempat barometer kesenian di Kota Bandung.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nappisah
GEDUNG YPK - Gedung Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) yang berada di Jalan Naripan No 7, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DI balik dinding putih dan lengkungan klasiknya, Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) yang berada di Jalan Naripan No 7, Kota Bandung menjadi salah satu tempat barometer kesenian di Kota Bandung.

Gedung peninggalan masa Hindia Belanda ini nyaris kehilangan napasnya pada Oktober 2024, ketika sebagian atap bangunan ambruk dimakan usia. Peristiwa itu menjadi alarm keras akan rapuhnya warisan budaya yang selama ini berdiri dalam diam.

Beruntung, perhatian serius datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemugaran Gedung YPK pun dilakukan secara menyeluruh dengan anggaran Rp 3,9 miliar.

Pemugaran dipilih sebagai jalan terbaik untuk menyelamatkan gedung yang telah menjadi saksi perjalanan kebudayaan Kota Bandung selama hampir satu abad.

Diketahui, Gedung YPK pertama kali berdiri pada 1930.

Seorang pengusaha asal Belanda mendirikan bangunan kesenian ini di kawasan Jalan Naripan, tak jauh dari Braga.

Menariknya, gedung ini sejak awal diperuntukkan sebagai tempat hiburan dan pertunjukan seni bagi masyarakat pribumi.

Sang pendiri, yang juga dikenal sebagai pemilik Gedung Merdeka, memiliki kecintaan mendalam terhadap kesenian tradisional Indonesia.

Demi kecintaan itu, ia merelakan lahannya dibangun sebuah gedung khusus kesenian sebuah langkah yang terbilang langka pada masa kolonial.

Kini, bangunan tersebut telah resmi selesai dari renovasi.

Tampil sebagai bangunan berarsitektur kolonial yang bersih, dan sarat nuansa sejarah.

Dari sisi luar, bangunan ini didominasi warna putih dengan atap genteng merah khas bangunan era Hindia Belanda.

Di bagian fasad depan, terdapat serambi menjorok dengan pilar-pilar kokoh serta pintu dan jendela besar berdaun ganda, memberi kesan formal sekaligus terbuka.

Tulisan “Gedung Pusat Kebudayaan” terpampang jelas di bagian depan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved