Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Hantavirus Dikabarkan Sudah Masuk Indonesia, Warga Cirebon Diminta Waspada, Ditularkan lewat Udara

Warga Kabupaten Cirebon diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah penyakit tersebut dilaporkan muncul di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Learn Worthy
ILUSTRASI HANTAVIRUS - Warga Kabupaten Cirebon diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah penyakit tersebut dilaporkan muncul di sejumlah daerah di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Cirebon diminta waspada terhadap hantavirus meski belum ada kasus di wilayah tersebut.
  • Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan antisipasi dengan edukasi masyarakat dan surat kewaspadaan dini ke fasilitas kesehatan.
  • Puskesmas diminta aktif menyebarkan informasi melalui media sosial dan membuat video edukasi tentang hantavirus.
  • Hantavirus ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus melalui udara yang terkontaminasi urine, berbeda dengan leptospirosis.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Kabupaten Cirebon diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah penyakit tersebut dilaporkan muncul di sejumlah daerah di Indonesia.

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh tikus atau hewan pengerat lain, dan bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia. Penularannya terjadi terutama melalui udara yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus.

Meski belum ditemukan kasus di wilayah Cirebon, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mulai melakukan berbagai langkah antisipasi karena penularannya disebut bisa terjadi melalui udara yang terkontaminasi virus dari hewan pengerat.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinkes setempat kini menggencarkan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menyebarkan surat kewaspadaan dini ke berbagai fasilitas kesehatan.

Baca juga: Waspada Pola Baru Campak di Cirebon! Virus Mulai Serang Remaja 17 Tahun Meski Sudah Divaksin

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih mengatakan, peningkatan kewaspadaan itu dilakukan sebagai tindak lanjut arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Peningkatan kewaspadaan terkait hantavirus ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dinkes Provinsi Jawa Barat agar pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan,” ujar Mona saat diwawancarai media, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, Dinkes Kabupaten Cirebon langsung menugaskan tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) untuk menyusun surat edaran bagi seluruh rumah sakit di Kabupaten Cirebon.

Selain rumah sakit, seluruh kepala Puskesmas juga diminta aktif menggencarkan promosi kesehatan terkait hantavirus kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi.

“Kami meminta seluruh Puskesmas meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial maupun grup komunikasi internal tenaga kesehatan,” ucapnya.

Bahkan, sejumlah Puskesmas di Kabupaten Cirebon mulai membuat video edukasi mengenai hantavirus guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut.

Meski demikian, Mona memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di Kabupaten Cirebon

Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan karena penyakit tersebut kini telah terdeteksi di Indonesia.

“Hantavirus ini memang jarang, tetapi sekarang sudah masuk ke Indonesia,” jelas dia.

Baca juga: Gejala Awal Sulit Dikenali, Hantavirus di Indonesia Sering Menyerupai Flu dan Demam Berdarah

Mona menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus maupun curut.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved