Salah Satunya Wayang Kulit Gagrag, 15 Budaya Cirebon Diusulkan Jadi Warisan Nasional
Sebanyak 15 karya budaya khas Cirebon diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- 15 budaya khas Cirebon diusulkan Pemkab Cirebon untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional pada tahun 2026
- Salah satunay Wayang Kulit Gagrag Cirebon yang kini tengah dalam proses kajian mendalam
- Usulan tersebut dilakukan melalui Disbudpar Kabupaten Cirebon
- Proses kajian dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan, baik administratif maupun substansi, telah terpenuhi sebelum diusulkan secara resmi
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Sebanyak 15 karya budaya khas Cirebon diusulkan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional pada tahun 2026.
Dari belasan karya budaya tersebut, Wayang Kulit Gagrag Cirebon kini tengah dalam proses kajian mendalam sebelum diajukan ke pemerintah pusat.
Usulan tersebut dilakukan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon dan saat ini masih berada dalam tahap kajian bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, mengatakan proses kajian dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan, baik administratif maupun substansi, telah terpenuhi sebelum diusulkan secara resmi.
“Pengusulan ini sedang melalui tahapan pengkajian bersama BPK Wilayah IX Jawa Barat. Kami memastikan seluruh data yang disiapkan lengkap, mulai dari sejarah, perkembangan kesenian, hingga para pelaku yang masih aktif melestarikannya,” ujar Iman Hermanto, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: H-9 Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Mulai Diserbu Pemudik Motor yang Ingin Hindari Puncak Arus Mudik
Ia menjelaskan, pengajuan sebuah karya budaya untuk menjadi WBTb nasional tidak hanya membutuhkan dokumen administratif, tetapi juga kajian komprehensif terkait sejarah, nilai budaya, fungsi sosial, serta keberlanjutan tradisi di tengah masyarakat.
Untuk memperkuat data tersebut, tim kajian melakukan penelusuran langsung ke sejumlah lokasi guna menggali informasi dari para pelaku budaya dan tokoh masyarakat yang memahami perkembangan kesenian tersebut.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan.
Di desa tersebut, tim melakukan wawancara dengan maestro Wayang Gagrag Cirebon, Dalang Sudarso, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Cirebon.
Selain itu, tim juga melakukan kunjungan ke Keraton Kacirebonan untuk menggali informasi mengenai sejarah dan perkembangan Wayang Gagrag Cirebon dari Ketua Pepadi Kota Cirebon, Elang Iyan Arifudin.
Menurut Iman, salah satu aspek penting dalam penilaian WBTb nasional adalah keberlanjutan tradisi di tengah masyarakat.
“Keberlanjutan tradisi menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian WBTb nasional. Artinya budaya yang diusulkan harus masih dipraktikkan oleh masyarakat serta memiliki regenerasi pelaku yang terus berjalan,” ucapnya.
Baca juga: Citra Pitriyami Ketok Target Rp15 Miliar untuk Kunjungan Wisata Libur Lebaran 2026
Selain itu, komitmen pemerintah daerah dalam melakukan perlindungan, pembinaan, serta regenerasi pelaku budaya juga menjadi perhatian dalam proses penilaian.
Karena itu, tim juga menelusuri berbagai aktivitas pelaku budaya, mulai dari frekuensi pertunjukan, keterlibatan generasi muda, hingga berbagai program pelestarian yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
| Warga Wanacala Cirebon Mengaku Diintimidasi Terkait Isu Pembongkaran Makam Tionghoa |
|
|---|
| Polresta Cirebon Gerebek Rumah Kontrakan, 7.250 Butir Obat Ilegal Disita dari Dus Televisi |
|
|---|
| Kecelakaan maut di Pantura Cirebon, Pemotor Disambar Truk Ganteng, Ibu Tewas dan Anaknya Kritis |
|
|---|
| 2 Balita Meninggal akibat Campak, Cirebon Rupanya Sudah Tetapkan KLB Campak sejak Februari 2026 |
|
|---|
| Waspada Pola Baru Campak di Cirebon! Virus Mulai Serang Remaja 17 Tahun Meski Sudah Divaksin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Para-perajin-batik-di-sentra-BT-Batik-Trusmi-Kabupaten-Cirebon.jpg)