Senin, 27 April 2026

Warga Cirebon Korban TPPO di China

Dedi Mulyadi Video Call Korban TPPO Pengantin Pesanan, Vina Pasrah Dimarahi, Minta Dibantu Pulang

Vina, warga Cirebon korban dugaa TPPO modus pengantin pesanan, akhirnya bisa berbicara langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/Tangkapan Layar Vina
VIDEO CALL KDM - Vina warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan melakukan video call langsung dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk meminta pertolongan 

Ringkasan Berita:
  • Vina akhirnya berbicara langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui panggilan video WhatsApp berdurasi sekitar 25 menit.
  • Dalam percakapan itu, ia diminta menceritakan kronologi secara jujur agar tidak terjadi kesalahan informasi.
  • Vina mengaku semua dokumennya ditahan dan meminta bantuan untuk dipulangkan. Ia juga diminta membagikan lokasi terkini (share location), nomor pihak yang terlibat, serta kontak terkait untuk ditindaklanjuti.
  • Vina menyebut telah mencoba menghubungi KBRI

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Setelah videonya viral dan ramai disorot publik, Vina, perempuan asal Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, akhirnya bisa berbicara langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Momen itu terjadi melalui panggilan video berdurasi sekitar 25 menit, Sabtu (28/2/2026).

Dalam percakapan tersebut, Vina mengaku diminta menceritakan kronologi secara jujur agar tidak terjadi kesalahan informasi.

“Responsif, om, nanya kronologi. Vina ceritakan yang jujur biar gak blunder nanti ke Vina-nya,” ujar Vina, saat berbincang dengan Tribun, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Curhat Vina Cirebon Terjebak Modus Pengantin Pesanan di China: Gak Tahu Mereka Agen dan Sindikat

Dalam percakapan itu, Vina mengaku sempat dimarahi karena dianggap terlalu mudah menerima ajakan menikah ke luar negeri.

“Dia (Gubernur) sempet marahin Vina, katanya kenapa mau ya. Tapi Vina terima, karena memang ada kesalahan Vina juga kan,” ucapnya.

Ketika ditanya apa yang sebenarnya ia inginkan, Vina menjawab tanpa ragu.

“Vina minta dibantu pulang pak, soalnya semua berkas ditahan. Vina gak tahu kalau mereka agen,” jelas dia.

Ia mengaku diminta untuk membagikan lokasi terkini, nomor pihak yang terlibat, hingga kontak yang bisa dihubungi.

“Disuruh sharelock, kirim nomor pelaku sama kontak,” katanya.

Saat ditanya sudah melapor ke mana saja, Vina mengaku sempat menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), namun belum mendapatkan respons.

“Ke KBRI tapi gak ada respon. Akhirnya keluarga ke Mabes Polri dan baru didorong buat video ini,” ujarnya.

Meski sudah terhubung langsung dengan orang nomor satu di Jawa Barat, rasa takut masih menyelimuti dirinya.

“Sebenarnya Vina juga takut pak, dilihat sama pihak mereka dan nanti malah bilang ke orang yang di sini,” ucap Vina.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved