Warga Cirebon Korban TPPO di China
Pola 'Pengantin Pesanan' Jadi Modus Baru TPPO Warga Cirebon, Kadisnaker Ungkap Sudah Ada 2 Kasus
Novi membeberkan pola yang ditemukan dalam dugaan kasus pengantin pesanan ini. Terduga pelaku disebut mendatangi langsung korban dan keluarganya
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menegaskan kasus dugaan “pengantin pesanan” bukan ranah Disnaker.
- Jika korban sudah berada di luar negeri, penanganan menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Meski begitu, Disnaker tetap berkoordinasi lintas instansi.
- Disnaker Kabupaten Cirebon mengaku telah menerima dua laporan dugaan kasus pengantin pesanan dan tengah melakukan koordinasi intensif
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Viral pengakuan seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon yang mengaku menjadi korban 'pengantin pesanan' di China membuat publik geger.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, akhirnya buka suara.
Novi menegaskan, jika melihat substansi kasusnya, persoalan tersebut sebenarnya bukan menjadi kewenangan Disnaker.
Baca juga: Curhat Vina Cirebon Terjebak Modus Pengantin Pesanan di China: Gak Tahu Mereka Agen dan Sindikat
Namun, karena menyangkut keberangkatan warga ke luar negeri, masyarakat kerap mengaitkannya dengan urusan tenaga kerja.
“Kalau melihat kasus yang terjadi, sebenarnya bukan kewenangan Disnaker. Namun kalau melihat ke luar negeri masyarakat akan berpikir ini berkaitan dengan tenaga kerja,” ujar Novi saat dimintai tanggapannya, Sabtu (28/2/2026).
Ia menambahkan, apabila korban sudah berada di luar negeri, maka penanganannya menjadi ranah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
“Kalau sudah di luar negeri berarti kewenangan Kemenlu,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam.
Novi mengungkapkan, sejauh ini Disnaker Kabupaten Cirebon sudah menerima dua laporan dugaan kasus serupa.
“Sejauh ini kami sudah menerima laporan dugaan kasus pengantin pesanan ini sebanyak dua kasus,” jelas dia.
Untuk mengungkap lebih jauh praktik tersebut, pihaknya juga melakukan koordinasi lintas instansi.
“Guna mengungkap kasus ini juga kami tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak termasuk pihak Kementerian Luar Negeri,” katanya.
Baca juga: Update Vina Cirebon Korban Pengantin pesanan: 3 WNI Diduga Berperan hingga Korban Berangkat ke China
Modus Didatangi ke Rumah, Dijanjikan Berangkat Cepat
Novi membeberkan pola yang ditemukan dalam dugaan kasus pengantin pesanan ini.
Terduga pelaku disebut mendatangi langsung korban dan keluarganya.
| DP3AKB Jabar Telusuri Dugaan Warga Cirebon Jadi Pengantin Pesanan di China, Telah Hubungi Korban |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Video Call Korban TPPO Pengantin Pesanan, Vina Pasrah Dimarahi, Minta Dibantu Pulang |
|
|---|
| Curhat Vina Cirebon Terjebak Modus 'Pengantin Pesanan' di China: Gak Tahu Mereka Agen dan Sindikat |
|
|---|
| Update Vina Cirebon Korban Pengantin pesanan: 3 WNI Diduga Berperan hingga Korban Berangkat ke China |
|
|---|
| Fakta-fakta Kasus Vina Cirebon Korban Pengantin Pesanan di China: Dijebak Nikahi Pria Tak Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kadisnaker-Kabupaten-Cirebon-Novi-Hendrianto.jpg)