Wisata Religi Jadi Penyumbang Terbesar Kunjungan Wisatawan ke Cirebon Sepanjang 2025
Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat jumlah kunjungan wisata sepanjang 2025 mencapai 1,2 juta wisatawan.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Cirebon mencata jumlah kunjungan wisata sepanjang 2025 mencapai 1,2 juta wisatawan
- Angka ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya
- Dari 1,2 juta kunjungan, wisata religi menjadi penyumbang terbesar
- Wisata religi di Kabupaten Cirebon telah menjelma menjadi magnet utama yang menarik wisatawan
- Tak hanya peziarah domestik, Amin menyebutkan, wisatawan mancanegara juga tercatat datang ke dua destinasi religi tersebut
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat jumlah kunjungan wisata sepanjang 2025 mencapai 1,2 juta wisatawan.
Angka ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dari 1,2 juta kunjungan, wisata religi menjadi penyumbang terbesar.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari tingginya minat wisatawan terhadap destinasi unggulan, khususnya wisata religi.
“Target kunjungan wisata tahun 2025 sebesar 1,2 juta kunjungan berhasil terlampaui. Kontribusi paling besar memang berasal dari wisata religi,” ujar Amin saat diwawancarai, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, wisata religi di Kabupaten Cirebon telah menjelma menjadi magnet utama yang menarik wisatawan.
Tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, hampir sepanjang tahun.
Baca juga: Adu Banteng Jadi Kata Sandi Pengganti COD Narkoba, Para Pelaku Berhasil Digulung Polres Majalengka
“Destinasi religi yang paling banyak dikunjungi itu antara lain Makam Sunan Gunung Jati dan Makam Mbah Kuwu Sangkan. Dua lokasi ini sudah dikenal secara nasional,” ucapnya.
Tak hanya peziarah domestik, Amin menyebutkan, wisatawan mancanegara juga tercatat datang ke dua destinasi religi tersebut.
Wisatawan asing yang datang ke sana di antaranya berasal dari Tiongkok dan Malaysia.
Selain wisata religi, Amin menjelaskan Kabupaten Cirebon saat ini memiliki sekitar 90 destinasi wisata yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari wisata alam, wisata buatan, hingga wisata budaya.
Keberadaan objek-objek wisata tersebut mulai memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar dan pemerintah desa melalui kontribusi pendapatan asli desa..
“Salah satu contohnya objek wisata Batu Lawang. Dari sana sudah ada PADes yang masuk dan pengelolaannya menggunakan skema bagi hasil,” katanya.
Dari pendapatan yang diperoleh objek wisata Batu Lawang, 70 persen dialokasikan untuk pengembangan objek wisata, sementara 30 persen diserahkan kepada pengelola kawasan hutan.
| Terekam CCTV, Motor Scoopy Milik Wanita di Cirebon Raib Saat Bertamu, Ini Ciri Kendaraan yang Hilang |
|
|---|
| Desa Buyut Cirebon Geger! Belasan Motor Hilang Beruntun, Warga Resah CCTV Desa Malah Mati |
|
|---|
| Industri Kecil Menengah di Kabupaten Cirebon Berkembang Pesat, Kini Jadi Penopang Ribuan Pekerja |
|
|---|
| Potret Pilu di Desa Beringin: Hidup di Rumah Miring, Menunggu Bantuan yang Tak Kunjung Datang |
|
|---|
| Tradisi Gentong Haji di Cirebon: Sedekah Air Sejuk Demi Kelancaran Ibadah Keluarga di Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-Kompleks-Astana-Gunung-Sembung-tempat-makam-Sunan-Gunung-Jati.jpg)