Rabu, 20 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Tiga Jemaah Calon Haji dari Ciamis Gagal Berangkat, Mendadak Stroke hingga Demensia

Istithaah (sanggup atau mampu) kesehatan sendiri menjadi salah satu syarat penting bagi calon jemaah haji. 

Tayang:
Tribun Jabar/Ai Sani Nuraini
CALON JEMAAH HAJI - Tiga jemaah calon haji asal Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam kloter 31 KJT gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, mengatakan keputusan penundaan keberangkatan diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan jemaah yang mengalami perubahan menjelang keberangkatan. 
Ringkasan Berita:
  • Tiga calon jemaah haji asal Ciamis dari kloter 31 KJT gagal berangkat tahun ini karena kondisi kesehatan.
  • Nama mereka adalah Nasirah binti Kusni, Samin bin Arsa Mamad, dan Icah binti Wiharna.
  • Samin mengalami stroke, Icah demensia, dan Nasirah menderita gangren sehingga tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan.
  • Mereka dijadwalkan kembali berangkat pada musim haji tahun 2027 jika kondisi kesehatan membaik.

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Tiga jemaah calon haji asal Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam kloter 31 KJT gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. 

Ketiganya dijadwalkan kembali masuk daftar keberangkatan pada tahun 2027 karena kondisi kesehatan mereka dinilai belum memungkinkan untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Ketiga calon jemaah tersebut masing-masing atas nama Ibu Nasirah binti Kusni, Bapak Samin bin Arsa Mamad, dan Ibu Icah binti Wiharna.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, mengatakan, keputusan penundaan keberangkatan diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan jemaah yang mengalami perubahan menjelang keberangkatan.

Baca juga: Di Tengah Kekhawatiran Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Ibadah Haji Berjalan

Menurutnya, Samin diketahui mengalami stroke, Icah mengalami demensia, sementara Nasirah menderita gangren. 

Kondisi tersebut membuat ketiganya belum memungkinkan menjalani perjalanan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental cukup baik.

"Jadinya tunda berangkat tahun 2027. Doakan beliau semua sehat agar tahun depan bisa diberangkatkan," ujar Nana, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya seluruh calon jemaah haji yang bersangkutan telah mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat kesehatan atau istithaah oleh otoritas kesehatan.

Istithaah (sanggup atau mampu) kesehatan sendiri menjadi salah satu syarat penting bagi calon jemaah haji. 

Penilaian itu dilakukan untuk memastikan seseorang mampu menjalankan rangkaian ibadah haji baik secara fisik maupun mental.

Namun dalam kasus ini, kondisi kesehatan calon jemaah berubah secara mendadak setelah proses pemeriksaan dilakukan.

"Kalau sebelumnya dari otoritas Dinkes semuanya dinyatakan istithaah," kata Nana.

Baca juga: Pesawat Delay, Jadwal Berangkat Jemaah Haji Kloter 31 Ciamis Diundur ke Jam 08.00 WIB Hari Ini

Ia menambahkan, perubahan kondisi kesehatan seperti stroke maupun demensia terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak terdeteksi saat tahapan pemeriksaan awal.

"Stroke dan demensia itu mendadak," ujarnya.

Nana menjelaskan, pihak penyelenggara haji tidak hanya memperhatikan kelengkapan administrasi keberangkatan, tetapi juga memastikan jemaah dalam kondisi yang benar-benar siap menjalani ibadah di Tanah Suci.

Sebab, ibadah haji memiliki aktivitas fisik yang cukup padat dan menuntut daya tahan tubuh yang baik. 

Selain perjalanan jauh, jemaah juga harus mengikuti berbagai rangkaian ibadah dengan kondisi cuaca yang berbeda dengan di Indonesia.

Karena itu, aspek kesehatan menjadi perhatian utama agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Meski keberangkatan ditunda, Nana berharap kondisi kesehatan ketiga calon jemaah haji tersebut dapat membaik sehingga bisa kembali diberangkatkan pada musim haji berikutnya.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan agar para calon jemaah haji diberikan kesembuhan dan kesehatan.

Menurutnya, dalam perjalanan ibadah haji terdapat banyak hal yang terkadang berada di luar perhitungan manusia.

"Itulah haji. panggilan," ucapnya.

Penundaan keberangkatan calon jemaah karena alasan kesehatan bukan kali pertama terjadi. Faktor usia, penyakit bawaan, hingga perubahan kondisi medis secara mendadak sering kali menjadi tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Meski demikian, keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik saat waktunya tiba.(*)

Baca juga: Tradisi Gentong Haji di Cirebon: Sedekah Air Sejuk Demi Kelancaran Ibadah Keluarga di Tanah Suci

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved