Kamis, 7 Mei 2026

Ramadhan 2026

Program Lapas Kelas II B Ciamis, Ramadhan Momentum Pembinaan Spiritual dan Kemandirian Warga Binaan

Lapas Kelas IIB Ciamis memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat pembinaan spiritual warga binaan.

Tayang:
Tribun Jabar/Ai Sani Nuraini
PROGRAM RAMADHAN - Potret para warga binaan di Lapas Kelas II B Ciamis saat melaksanakan program pembinaan dan meningkatkan keterampilan membuat anyaman, dan kue kering untuk memenuhi pesanan di momen lebaran nanti, Selasa (10/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Lapas Kelas IIB Ciamis memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan
  • Pembinaan rohani menjadi salah satu fokus utama selama bulan puasa
  • Program pesantren Ramadan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, salah satunya Pondok Pesantren Darussalam 
  • Dalam kegiatan itu, para pengisi ceramah datang secara bergantian

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan

Berbagai kegiatan keagamaan hingga program pemberdayaan terus berjalan selama Ramadan.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengatakan pembinaan rohani menjadi salah satu fokus utama selama bulan puasa.

“Untuk kegiatan di bulan suci Ramadan ini hampir seperti biasanya. Yang pertama tentu pembinaan rohani bagi warga binaan, seperti puasa, salat tarawih, tadarus, dan kegiatan pondok pesantren,” ujar Supriyanto kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, program pesantren Ramadan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, salah satunya Pondok Pesantren Darussalam. 

Baca juga: Jelang Idulfitri, Pedagang Kulit Beduk Musiman di Kota Tasikmalaya Mulai Ramai Pesanan

Dalam kegiatan itu, para pengisi ceramah datang secara bergantian.

“Pagi dari Darussalam, sore dari INU. Mereka memberikan ceramah kepada sekitar 20 calon pendakwah dari warga binaan,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan tadarus Al-Qur’an juga dilakukan setiap hari setelah salat tarawih.

“Setelah salat Isya dan tarawih, dilanjutkan tadarus kurang lebih dua jam. Setelah itu kembali ke kamar masing-masing. Sekitar pukul tiga dini hari mereka sudah bangun lagi untuk persiapan sahur dan ibadah,” katanya.

Tidak hanya pembinaan spiritual, Lapas Ciamis juga tetap menjalankan program kemandirian untuk meningkatkan keterampilan warga binaan

Beberapa kegiatan produksi tetap berjalan meskipun di bulan puasa.

Baca juga: Laga Terakhir Persib di Bulan Ramadhan, Salah Satu Penentu Segel Gelar Hattrick

Menurut Supriyanto, salah satu produksi yang terus berjalan adalah kerajinan alat pancing yang merupakan pesanan dari sejumlah mitra luar daerah.

“Pancing itu wajib dipenuhi karena sudah ada kontrak. Mitra kita dari Lampung, Pekanbaru, sampai Batam. Targetnya sekitar 1.000 kodi, sementara yang sudah diproduksi sekitar 400 lebih,” ujarnya.

Selain kerajinan, warga binaan juga memproduksi berbagai jenis kue melalui unit bakery yang cukup diminati menjelang Lebaran.

“Bakery ini juga terus berjalan. Saat ini sudah ada sekitar 250 pesanan dan kemungkinan akan bertambah sekitar 400 lagi untuk kebutuhan Lebaran,” katanya.

Produk kue tersebut dijual dengan harga bervariasi, salah satunya sekitar Rp30.000 hingga Rp45.000 per toples karena menggunakan bahan premium.

“Bahannya premium semua supaya kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.

Supriyanto berharap, berbagai program pembinaan tersebut dapat memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan setelah mereka bebas nantinya.

“Harapan kami, orang yang pernah melakukan kesalahan dan masuk penjara bisa keluar menjadi lebih baik. Minimal mereka punya keterampilan dan kemandirian sehingga tidak menyusahkan masyarakat atau pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Kejari Bidik Tersangka dan Hitung Kerugian Negara di Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Majalengka

Ia menambahkan, pelatihan keterampilan diberikan selama warga binaan menjalani masa pidana di lapas.

“Selama mereka di sini, pelatihan itu wajib diikuti agar ketika keluar nanti sudah memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bunga (35), salah seorang warga binaan perempuan di Lapas Ciamis, mengaku baru belajar membuat kue selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

“Di sini kita belajar baking untuk pembuatan kue kering, khususnya untuk persiapan Lebaran. Kalau di hari biasa biasanya bikin roti-roti,” ujar Bunga saat ditemui di ruang produksi kue kering.

Saat ini, terdapat tujuh warga binaan perempuan yang terlibat dalam pembuatan kue kering tersebut. 


Mereka memproduksi beberapa jenis kue seperti palm cheese cookies dan cornflakes cookies.

“Untuk sesi Lebaran ini rencananya ada tiga jenis cookies, tapi sekarang kita fokus bikin dua dulu,” katanya.

Bunga mengaku sebelumnya tidak memiliki pengalaman membuat kue. Namun keterampilan yang diperoleh selama di lapas menjadi pengalaman berharga yang ingin ia manfaatkan setelah bebas nanti.

“Sebelumnya tidak ada pengalaman, belajar di sini. Mudah-mudahan nanti kalau sudah di luar bisa mengaplikasikan kegiatan yang dipelajari di sini,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, pesanan kue kering yang diproduksi warga binaan juga cukup banyak. Saat ini tercatat sudah ada sekitar 250 pesanan yang masuk.

Bunga berharap keterampilan yang didapat selama menjalani pembinaan bisa menjadi bekal untuk memulai usaha setelah bebas nanti.

“Insyaallah nanti kalau sudah keluar ingin coba bikin usaha sendiri di rumah,” katanya.

Ia memperkirakan dirinya akan bebas dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan ke depan. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved