Sektor Informal Mendominasi Pasar Kerja Jabar, 1,77 Juta Orang Masih Menganggur
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas penduduk bekerja masih berada di sektor informal
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat terus meningkat hingga November 2025. Kendati demikian, di balik turunnya angka pengangguran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas penduduk bekerja masih berada di sektor informal, menandakan tantangan kualitas pasar kerja yang belum sepenuhnya teratasi.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan jumlah penduduk usia kerja pada November 2025 mencapai 39,35 juta orang, meningkat 116,46 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.
Ari menuturkan, dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat sebanyak 26,63 juta orang.
Baca juga: BPS Catat Kota Bandung Deflasi 0,09 Persen pada Awal 2026, Farhan Sebut Harga Pangan Terkendali
“Jumlah angkatan kerja sebanyak 26,63 juta orang meningkat 344,55 ribu orang dan bukan angkatan Kerja sebanyak 12,72 juta orang. Dari data angkatan kerja tersebut penduduk bekerja sebanyak 24,86 juta orang dan pengangguran sebanyak 1,77 juta orang,” jelas Ari, Kamis (5/2/2026).
Sepanjang periode Agustus hingga November 2025, pihaknya mencatat penyerapan tenaga kerja mencapai 349,71 ribu orang, sementara jumlah pengangguran turun sebanyak 5.154 orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada November 2025 tercatat sebesar 6,66 persen, menurun 0,11 poin dibandingkan Agustus 2025.
Meski demikian, struktur ketenagakerjaan Jawa Barat masih didominasi oleh pekerja informal.
Dari total penduduk bekerja, sebanyak 55,55 persen berada di sektor informal, sementara 44,45 persen lainnya terserap di sektor formal.
“Pada November 2025 proporsi pekerja informal sebesar 55,55 persen dan sisanya 44,45 persen terserap di kegiatan formal. Peningkatan proporsi pekerja informal didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status berusaha sendiri,” kata Ari.
Dia merinci, berdasarkan data BPS Jabar peningkatan jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus–November 2025 paling besar berasal dari kelompok berusaha sendiri, yang bertambah sebanyak 162,18 ribu orang.
Baca juga: BPS Jabar: Emas Perhiasan dan Bawang Merah Dorong Inflasi Bulanan, Daging Ayam Catatkan Deflasi
Kondisi ini, lanjut dia. mencerminkan semakin banyak masyarakat yang menciptakan pekerjaan secara mandiri di tengah dinamika pasar kerja.
Dari sisi lapangan usaha, perdagangan masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 22,44 persen, disusul industri pengolahan sebesar 18,61 persen dan pertanian, kehutanan, serta perikanan sebesar 15,43 persen.
Sementara itu, lapangan usaha yang mencatat penambahan tenaga kerja terbesar selama Agustus hingga November 2025 adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan yang bertambah 99,82 ribu orang, diikuti sektor pendidikan dan penyediaan akomodasi serta makan minum.
"Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian justru mengalami penurunan serapan tenaga kerja pada November 2025," bebernya.
Diketahui, sektor pertambangan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan IV 2025, dengan penurunan sebesar 4,8 persen secara year on year.
| 1,79 Juta Orang di Jabar Nganggur hingga Awal Februari 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu |
|
|---|
| Target Dedi Mulyadi di Tahun 2027 Ingin Turunkan Tingkat Pengangguran Terbuka ke 6 Persen |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/BERI-KETERANGAN-Kepala-BPS-Provinsi-Jawa-Barat-Margaretha-Ari-Anggorowati.jpg)