Kamis, 7 Mei 2026

Respons BPBD Pangandaran Setelah Banjir Bandang Landa Ciganjeng, Jembatan dan Bendungan Rusak

Reaksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran setelah mendapat laporan sejumlah titik terdampak banjir bandang.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Padna
BANJIR BANDANG - Suasana saat sejumlah pejabat BPBD, PUPR, dan BBWS Citanduy mengecek lokasi terdampak banjir bandang di wilayah Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Kamis 5 Juni 2025 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Reaksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran setelah mendapat laporan sejumlah titik terdampak banjir bandang. Satu di antaranya terjadi di wilayah Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Rabu 4 Juni 2025 malam.

Bersama pegawai Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, BBWS Citanduy, dan perangkat Desa setempat, mereka langsung turun mengecek lokasi terdampak banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Pangandaran, Supiatno, mengatakan, di Desa Ciganjeng, ada dua bangunan jembatan dan satu bendungan yang rusak parah terdampak banjir bandang.

Kemudian ada 170 rumah dengan jumlah 610 jiwa dan satu di antaranya rusak berat untuk di tiga Dusun di Desa Ciganjeng.

Baca juga: Bendungan dan Jembatan di Pangandaran Rusak Parah Setelah Dihantam Banjir Bandang Malam Tadi

"Selain rumah, ada satu tempat beribadah yang terdampak banjir bandang," ujar Supiatno kepada sejumlah wartawan di lokasi terdampak banjir di Desa Ciganjeng, Kamis (5/6/2025) siang.

Banjir bandang terjadi akibat itensitas hujan sangat deras yang terjadi pada Rabu 4 Juni 2025 malam sekitar pukul 20.00 WIB.

"Selain di Ciganjeng, banjir bandang juga terjadi di Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang. Tapi, alhamdulilah tidak ada korban jiwa," katanya.

Sementara ini, pihaknya sedang melakukan asesmen pasca dilanda banjir bandang untuk langkah selanjutnya. 

"Sebagai dasar kajian dari kami, memang anak sungai yang ada di Ciganjeng ini sudah terjadi penyempitan," ucap Supiatno.

Sehingga, tidak bisa menampung debit air yang begitu besar. Maka, harus ada tindakan lanjutan dari BBWS Citanduy."Kita juga sudah berkoordinasi untuk segera ditindaklanjuti oleh BBWS," ujarnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved