Rabu, 8 April 2026

Teknik Pembedahan Canggih dengan Endoskopi untuk Menangani Saraf Kejepit

Saraf kejepit, atau yang dikenal dengan istilah medis herniasi nucleus pulposus (HNP), terjadi ketika bantalan sendi menonjol dan menekan saraf

Istimewa
Teknik Pembedahan Canggih dengan Endoskopi untuk Menangani Saraf Kejepit 

TRIBUNJABAR.ID Kemajuan dunia medis semakin berkembang pesat, dengan berbagai teknik pembedahan canggih yang memberikan harapan baru bagi pasien yang menderita masalah kesehatan serius. Salah satu inovasi terkini dalam bidang ortopedi adalah penggunaan teknik endoskopi untuk menangani kondisi saraf kejepit, yang sering terjadi pada tulang belakang.

Saraf kejepit, atau yang dikenal dengan istilah medis herniasi nucleus pulposus (HNP), terjadi ketika bantalan sendi menonjol dan menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, mati rasa, atau bahkan kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

DOK121
dr Farid Yudoyono, SubspNTB(K)., M.Epid.,FINSS.,FINPS, Dokter Spesialis Bedah Saraf dengan Sub Spesialis Tulang Belakang

Biasanya, pembedahan terbuka diperlukan untuk mengatasi kondisi ini, namun dengan hadirnya teknologi endoskopi, kini prosedur pembedahan menjadi lebih minimal invasif.

Pembedahan endoskopi untuk sarafkejepit memanfaatkan alat kecil yang disebut endoskop, yang dilengkapi dengan kamera dan sumber cahaya untuk memberikan gambaran langsung area yang sedang ditangani.

“Pembedahan endoskopi menggunakan teropong dengan pembesaran lensa yang baik dan jelas sehingga saraf dapat diobati,” ujar dr Farid Yudoyono, SubspNTB(K)., M.Epid.,FINSS.,FINPS, Dokter Spesialis Bedah Saraf dengan Sub Spesialis Tulang Belakang di Santosa Hospital Bandung Kopo, kepada TribunJabar.id.

Dengan melakukan pembedahan melalui sayatan kecil, mengurangi risiko infeksi dan mempercepat proses pemulihan pasien. Dibandingkan dengan pembedahan terbuka, teknik ini meminimalkan trauma jaringan tubuh, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih cepat.

“Keuntungan sayatan 1 cm, perdarahan minimal pemulihan cepat dan infeksi rendah,” tuturnya. Adapun jenis alat yang digunakan diantaranya; kamera melalui teropong, layar monitor, pengikis tulang dan alat ablasi pembuluh darah, alat pengambil bantalan sendi.

Selama prosedur, pasien akan diberikan anestesi lokal dan umum, tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil di area punggung atau leher, lalu memasukkan endoskop melalui sayatan tersebut.

Dengan bantuan monitor, dokter dapat memantau kondisi saraf dan diskus yang terjepit, serta melakukan tindakan korektif, seperti mengangkat sebagian diskus atau memperbaiki posisi saraf yang tertekan.

Selain saraf kejepit akibat penulangan, jenis penyakit yang bisa ditangani diantaranya; bantalan sendi yang menonjol, penebalan ligamen, dan tumor ekstradura ukuran kecil.Keuntungan lain dari teknik ini adalah pemulihan yang lebih cepat. Banyak pasien melaporkan merasa lebih nyaman dan kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan prosedur pembedahan konvensional.

“Pemulihan lebih cepat, karena luka mudah mengering,” tuturnya. Kendati demikian, bila saraf kejepit yang sudah parah, biasanya pemulihan paska operasi membutuhkan waktu lebih lama dan pendekatan multidisiplin. Namun, meskipun teknik endoskopi menawarkan banyak kelebihan, dalam melakukan pembedahan tulang terbatas.

“Terbatas hanya 1-2 segmen tulang belakang saja,” kata dia. Penggunaan endoskopi dalam dunia medis diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

“Perkembangan sangat pesat dari skill ahli bedah sampai dengan teknologi alatnya terus berkembang,” jelasnya. Teknik ini tidak hanya digunakan untuk menangani saraf kejepit, tetapi juga untuk berbagai kondisi lainnya yang melibatkan masalah pada tulang belakang.

Dengan terus berkembangnya inovasi medis, diharapkan pasien dengan saraf kejepit dapat merasakan pemulihan yang lebih cepat dan kualitas hidup yang lebih baik, tanpa harus menjalani prosedur pembedahan yang invasif.

Jika Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut, bisa mengunjungi layanan di Santosa Hospital Bandung Kopo setiap hari pada pukul 16.30-18.00 WIB. (*)

DOK221
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved