Rabu, 22 April 2026

Zainul Munasichin Dorong Masyarakat Aktif Awasi Program MBG Secara Objektif dan Bertanggung Jawab

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Gedung KPDA, Kota Sukabumi.

Istimewa
SOSIALISASI - Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Gedung KPDA, Kota Sukabumi. 
Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
  • Kritik publik dinilai sebagai bentuk kepedulian, namun harus objektif, disertai data jelas, lokasi, dan informasi rinci agar mudah diverifikasi.
  • Masyarakat diminta memahami standar gizi dan aktif mengawasi agar program transparan, berkualitas, dan memberi manfaat maksimal.

TRIBUNJABAR.ID - SUKABUMI - Keterlibatan masyarakat dalam mengawal program pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan berjalan sesuai tujuan. Hal tersebut disampaikan secara daring oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Gedung KPDA, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (18/4).

Dalam paparannya, Zainul menegaskan bahwa kritik dari masyarakat bukanlah sesuatu yang perlu dihindari, melainkan bagian penting dari fungsi pengawasan publik terhadap program yang dijalankan pemerintah.

2Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin sosialisasi Program MBG yang digelar di Sukabumi.
SOSIALISASI - Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Gedung KPDA, Kota Sukabumi.

“Kami memandang kritik sebagai hal yang wajar. Justru itu menjadi bentuk kepedulian masyarakat agar program ini dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu ragu atau merasa khawatir dalam menyampaikan laporan terkait pelaksanaan program MBG. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap kritik disampaikan secara objektif, disertai data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, laporan yang disampaikan melalui media sosial perlu dilengkapi dengan informasi rinci, seperti lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak penyelenggara, serta kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Tanpa informasi yang lengkap, tentu akan menyulitkan pihak terkait dalam melakukan verifikasi dan tindak lanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zainul menjelaskan bahwa dalam menilai kualitas program MBG, masyarakat perlu memahami standar yang telah ditetapkan, terutama terkait komposisi gizi dalam setiap menu makanan. Ia menyebutkan bahwa setiap sajian MBG wajib mengandung unsur karbohidrat, protein, dan serat. Selain itu, aspek porsi atau gramasi juga menjadi indikator penting dalam menilai kelayakan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Di akhir penyampaiannya, Zainul mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mengawasi program MBG secara konstruktif.

“Jumlah kami di Komisi IX terbatas, sementara cakupan program ini sangat luas. Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami mekanisme serta tujuan program MBG, sekaligus mampu berkontribusi dalam pengawasan demi peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved