Rabu, 15 April 2026

Sumedang Jadi Percontohan Nasional, Digitalisasi Bansos Dipercepat Lewat Parlinsos

Pemerintah Kabupaten Sumedang mempercepat implementasi digitalisasi distribusi bantuan sosial (bansos) melalui Parlinsos

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
PARLINSOS - Pemerintah Kabupaten Sumedang rapat implementasi digitalisasi distribusi bantuan sosial (bansos) melalui platform Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos), di Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa (14/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Sumedang mempercepat implementasi digitalisasi distribusi bantuan sosial (bansos) melalui platform Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos)
  • Melalui sistem ini, data penerima bansos akan diperbarui dan divalidasi secara menyeluruh dengan memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD)

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang mempercepat implementasi digitalisasi distribusi bantuan sosial (bansos) melalui platform Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos), sebagai bagian dari program percontohan nasional.

Sumedang menjadi salah satu dari 41 daerah di Indonesia yang ditunjuk untuk mengembangkan sistem berbasis digital dalam penyaluran bansos.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut digitalisasi sebagai langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kepercayaan ini akan kami percepat eksekusinya agar penyaluran bansos tepat sasaran,” ujarnya, di Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa (14/4/2026). 

Melalui sistem ini, data penerima bansos akan diperbarui dan divalidasi secara menyeluruh dengan memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dony menegaskan, pembaruan data menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Yang sebelumnya belum tercover akan kita cover, dan yang tidak tepat sasaran akan kita keluarkan,” katanya.

Parlinsos juga memungkinkan masyarakat mendaftar secara mandiri sekaligus meningkatkan transparansi dalam penyaluran bantuan.

Koordinator Wilayah II Kementerian Sosial, Imam, menyebut digitalisasi mencakup seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga penyaluran bantuan.

“Digitalisasi bansos dilakukan mulai dari pendaftaran, pensasaran, hingga penyaluran,” ujarnya.


Ia menambahkan, fokus saat ini adalah percepatan aktivasi IKD serta sosialisasi kepada masyarakat agar sistem dapat berjalan optimal.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved