Kamis, 23 April 2026

Langkah Cepat Pemprov Jabar Tangani Kasus Campak Melalui Imunisasi Terpadu

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) mengambil langkah cepat untuk menanggulangi peningkatan kasus campak

Editor: Siti Fatimah
Tribunnews.com/HO/IST
ILUSTRASI CAMPAK - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) mengambil langkah cepat untuk menanggulangi peningkatan kasus campak di wilayahnya. Petugas kesehatan di daerah yang mengalami lonjakan kasus didorong untuk segera melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak.  

Ringkasan Berita:

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) mengambil langkah cepat untuk menanggulangi peningkatan kasus campak di wilayahnya. Petugas kesehatan di daerah yang mengalami lonjakan kasus didorong untuk segera melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga 19 Maret 2026, terdapat dua wilayah prioritas yang akan melaksanakan ORI pada bulan April 2026 mendatang, yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.  Instagram +1

"Pelaksanaan ORI dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kasus campak di wilayah itu. Kami ingin memastikan cakupan imunisasi meningkat untuk menghentikan penyebaran," ujar Vini. 

ORI merupakan imunisasi campak massal yang diberikan kepada seluruh sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

Langkah ini merupakan respons cepat (darurat) untuk memutus rantai penularan di wilayah yang ditemukan kasus campak cukup banyak. 

Sebelumnya, pada Februari 2026, ORI sudah dilaksanakan di Kabupaten Garut, khususnya di wilayah Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.  

Selain pelaksanaan ORI, Dinkes Jabar juga gencar melaksanakan Catch up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar campak-rubella.

Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak-rubella lengkap, guna memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity).

CUC dilaksanakan di Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang. 

Sampai saat ini pada delapan kabupaten/ kota, pelaksanaan CUC masih berlangsung untuk mencapai 100 persen.

Dikatakan Vini, ketersediaan vaksin campak rubella (MR) cukup untuk pelaksanaan ORI dan CUC. 

"Apabila terjadi kekurangan vaksin, puskesmas dapat meminta ke Dinas Kesehatan Provinsi Jabar," ucap Vini, Rabu (1/4/2026).

Saat ini, puskemas tinggal menunggu distribusi alat suntik _auto disable syringe_ (ADS) dari Kementerian Kesehatan untuk pelaksanaan ORI. Alat tersebut telah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan dan siap didistribusikan ke provinsi. 

Kepada puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, Vini berpesan untuk melaporkan kasus suspek campak dalam waktu 24 jam ke Dinas Kesehatan di kabupaten/ kota masing-masing.

Apabila menemukan suspek campak, maka perlu melakukan langkah-langkah tertentu kepada pasien, seperti isolasi minimal tujuh hari setelah ada bercak merah, memberi vitamin A dengan dosis sesuai usia, memberi asupan makanan tinggi protein dan kalori. Selain itu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepada masyarakat, diwajibkan mengecek status imunisasinya.

Apabila imunisasi belum lengkap, tidak ada kata terlambat.

Segera lengkapi imunisasi ke posyandu, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Imunisasi campak diberikan tiga kali yaitu pada usia 9 bulan, usia 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved