Selasa, 19 Mei 2026

Program Keluarga SIGAP Jangkau 80 Ribu Anak, Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Program Keluarga SIGAP telah menjangkau lebih dari 80 ribu anak usia dini untuk memperkuat imunisasi, gizi, dan peran ayah.

Tayang:
Penulis: Yosephin Pasaribu | Editor: Content Writer
Istimewa
PROGRAM KELUARGA SIGAP - Dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dini, sosok ayah sangatlah penting. Untuk itu, program Keluarga SIGAP menggandeng para ayah di Indonesia untuk turut proaktif dalam dalam pemberian makan anak, mengajari si Kecil mencuci tangan pakai sabun, serta mengingat jadwal imunisasi. 

Sementara itu, lewat konten edukatif di platform digital yang secara konsisten menyebarkan pesan kunci Keluarga SIGAP, berhasil mencapai 1,4 miliar impresi 

Untuk memperdalam interaksi, WhatsApp BOT SIGAP hadir sebagai perpanjangan dari layanan tatap muka, sehingga para orang tua dapat mengakses informasi terpercaya, pengingat imunisasi yang dipersonalisasi, serta materi pembelajaran interaktif yang menyesuaikan kebutuhan dan ritme masing-masing keluarga.

“Pengingatnya membuat saya lebih waspada. Saya tidak melewatkan jadwal imunisasi karena adanya pengingat tersebut,” testimoni seorang Ibu yang menggunakan WhatsApp BOT SIGAP.

Libatkan Peran Ayah dalam Pengasuhan dan Kesehatan Anak

Pendekatan berbasis komunitas menjadi tulang punggung program ini. Keluarga SIGAP melibatkan dinas kesehatan kabupaten, puskesmas, serta kader kesehatan lokal yang dibekali pelatihan dan alat interaktif. 

Kunjungan rumah, kelas ibu bayi dua tahun (baduta) di Posyandu, serta kegiatan komunitas menjadi ruang dialog yang tepat guna karena terasa lebih personal, relevan, dan penyampaian informasi pun lebih mudah dipahami. 

Alat bantu seperti Menara Dasar Kesehatan, Roda Perlindungan Imunisasi, hingga pelacak gizi juga dimanfaatkan untuk membantu keluarga memahami keterkaitan antar-perilaku dan risiko yang muncul jika salah satunya terlewatkan.

Pesan kesehatan program Keluarga SIGAP turut menekankan pentingnya melibatkan sosok ayah secara proaktif dalam pengasuhan anak. Berdasarkan riset formatif, ayah seringkali menjadi pengambil keputusan utama dalam keluarga, termasuk terkait imunisasi dan pola makan anak. 

Melalui pendekatan human-centred design, Program Keluarga SIGAP telah menjangkau 20.000 ayah dan mengajak mereka untuk lebih terlibat dalam pemberian makan anak, mengajak si Kecil mencuci tangan, serta perihal jadwal imunisasi.

“SIGAP sangat unik, karena melibatkan ayah. Sebagian besar pendidikan perawatan anak biasanya hanya fokus dan melibatkan ibu, tetapi SIGAP berbeda. Pentingnya peran ayah dalam keterlibatan perawatan anak ditekankan oleh kader selama kegiatan SIGAP,” tutur Kepala Desa Sukabumi.

PROGRAM KELUARGA SIGAP - Dalam mendukung tumbuh kembang

Upaya tersebut dilakukan oleh para kader lewat kunjungan rumah, kegiatan komunitas #MingguBersamaAyahSIGAP, media sosial, hingga undangan siaran radio. Upaya ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi ayah sebagai mitra aktif dalam perawatan dan pengambilan keputusan kesehatan anak. 

“Sejak SIGAP, saya jadi lebih menyadari detailnya. Dengan materi pantau mandiri, saya bisa membantu istri saya dalam jadwal imunisasi dan menyediakan makanan sehat. Saya juga harus mencuci tangan saat pulang ke rumah, sebelum memegang anak saya,” cerita seorang ayah SIGAP di Sukabumi.

Melihat efektivitas dari program ini, pada tahun 2024, Keluarga SIGAP mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat sebagai contoh potensi adopsi pendekatan kunjungan rumah dalam pelayanan kesehatan primer.  Program ini turut diangkat dalam peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Keluarga SIGAP Buktikan Perubahan Perilaku Terintegrasi Bisa Dicapai Lewat Layanan Kesehatan Primer

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved