Program Keluarga SIGAP Jangkau 80 Ribu Anak, Perkuat Layanan Kesehatan Primer
Program Keluarga SIGAP telah menjangkau lebih dari 80 ribu anak usia dini untuk memperkuat imunisasi, gizi, dan peran ayah.
Penulis: Yosephin Pasaribu | Editor: Content Writer
TRIBUNJABAR.ID - Kesehatan sebagai kebutuhan dasar anak Indonesia masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama mengingat tantangan kesehatan anak usia dini yang cukup beragam.
Mengutip data Kementerian Kesehatan per Mei 2025, prevalensi stunting nasional memang telah menurun dari angka 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024.
Namun masih terdapat enam provinsi dengan jumlah ratusan ribu balita stunting di masing-masing daerah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Banten
Lalu pada tahun 2021, lebih dari seperempat kematian pada anak disebabkan oleh pneumonia dan diare.
Belum lagi saat pandemi Covid-19, cakupan imunisasi pada bayi dan anak menunjukkan penurunan yang signifikan sehingga sekitar 1,7 juta anak Indonesia tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap di tahun 2019 hingga 2021.
Untuk menjawab tantangan tersebut, program Keluarga SIGAP hadir sebagai inisiatif kemitraan multisektor yang dirancang untuk membentuk awal kehidupan anak yang lebih sehat melalui pendekatan terintegrasi.
Kampanye ini merupakan kolaborasi antara Gavi, the Vaccine Alliance; Unilever; dan The Power of Nutrition dalam upaya mendukung Kementerian Kesehatan memperkuat layanan kesehatan primer dengan berfokus pada imunisasi, cuci tangan pakai sabun, serta pemenuhan gizi sesuai usia anak.
Semenjak Desember 2025 sampai Februari 2026, sebagai strategi keberlanjutan program, Keluarga SIGAP menggandeng tokoh masyarakat dan kepala desa melalui lokakarya yang difasilitasi bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi guna memperkuat keberlanjutan di tingkat komunitas.
Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai alokasi Dana Desa bagi kader sebagai penggerak utama kegiatan. Hingga saat ini, 96 kepala desa telah berkomitmen mengalokasikan dana tersebut untuk mendukung keberlanjutan implementasi SIGAP di wilayahnya.
Jejak Penyebaran Keluarga SIGAP
Program Keluarga SIGAP yang dijalin lewat kemitraan multisektor ini sudah berlangsung sejak 2022 dan secara khusus menyasar keluarga dengan anak usia 0–2 tahun, terutama di wilayah dengan tingkat malnutrisi serta penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yang masih tinggi.
Dimulai dengan program pilot pada 2023–2024 di Bogor dan Banjar, hasilnya menunjukkan dampak positif, dengan perubahan perilaku pada sekitar 18.000 rumah tangga.
Keberhasilan ini kemudian menjadi dasar perluasan program ke wilayah lain, termasuk Sukabumi, Brebes, dan Banjar pada tahun 2025 dan selesai pada Oktober lalu.
“Kami beruntung terpilih sebagai wilayah intervensi SIGAP. Program ini mendukung upaya kami dalam mendidik orang tua dan memperkuat keterampilan komunikasi kader, sehingga membantu meringankan beban kerja kami,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.
Dampak program pun terus meluas. Hingga kini, Keluarga SIGAP telah menjangkau lebih dari 80 ribu anak usia di bawah dua tahun secara langsung, serta menjangkau jutaan masyarakat Indonesia lewat kampanye media digital.

Pada saat yang sama, strategi komunikasi berskala besar menjadi pilar penting untuk memperluas jangkauan. Televisi dimanfaatkan sebagai media terpercaya untuk meningkatkan kesadaran dengan 4,7 juta orang terjangkau secara nasional.
| Cirebon Jadi Pusat Gerakan Nasional, Imunisasi Didorong Kembali Demi Cegah KLB |
|
|---|
| Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung |
|
|---|
| Dorong Pencegahan Stunting dari Hulu, BCA Salurkan Bantuan Alat Deteksi Dini Preeklamsia |
|
|---|
| Waspada Pola Baru Campak di Cirebon! Virus Mulai Serang Remaja 17 Tahun Meski Sudah Divaksin |
|
|---|
| Hanya Sehari Dirawat, Balita di Cirebon Meninggal Akibat Campak, Dokter: Penurunannya Sangat Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Program-Keluarga-SIGAP-jangkau-80-ribu-anak.jpg)