STIKep PPNI Jawa Barat: Leading the Future of Global Nursing Innovation 5.0
Momen ini menjadi penanda keberhasilan kegiatan internasional sekaligus penguatan semangat dosen dan mahasiswa untuk terus berinovasi.
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID - STIKep PPNI Jawa Barat membuka rangkaian International Visiting Professor 2025 dengan kegiatan awal berupa International Community Service Activity – PKM Collaboration with UPI bertema “Empowering Older Adults Through Technology: Implementing Digital Tools to Enhance Well-being.”
Pada tanggal 25 November 2025 Program ini menghadirkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari STIKep PPNI Jawa Barat, Taiwan, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dengan fokus pada pemberdayaan lansia melalui edukasi teknologi kesehatan, pelatihan penggunaan aplikasi pemantauan kesehatan, pencegahan penyakit kronis, serta peningkatan literasi digital masyarakat lanjut usia.
Rangkaian internasional berlanjut pada 26 November 2025 melalui penyelenggaraan International Seminar & Innovation Forum, yang diawali dengan Welcoming Speech oleh H. Wawan Arif Sawana, S.Kp., MM, selaku Chairperson of STIKep PPNI Jawa Barat Foundation.
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Yayasan dalam mendukung internasionalisasi pendidikan keperawatan. Disusul oleh Welcoming Speech dari Linlin Lindayani, PhD, Chairperson of STIKep PPNI Jawa Barat, yang menyampaikan visi strategis institusi.
“Rangkaian kegiatan internasional ini bukan sekadar acara akademik, tetapi sebuah langkah strategis untuk membawa STIKep PPNI Jawa Barat menuju level global. Melalui kolaborasi lintas negara, penguatan riset, dan inovasi keperawatan, kami ingin memastikan bahwa setiap dosen dan mahasiswa memiliki kompetensi, keberanian, dan jejaring internasional yang dibutuhkan untuk menghadapi era Nursing Innovation 5.0. Kami percaya bahwa pendidikan keperawatan masa depan harus mengintegrasikan teknologi dan nilai kemanusiaan secara seimbang.”
“Kami berharap pengalaman internasional yang diperoleh melalui seminar, symposium, pengabdian masyarakat, coaching manuskrip, hingga kompetisi internasional ini dapat menjadi katalis bagi transformasi pendidikan di STIKep PPNI Jawa Barat. Bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepemimpinan, dan kepekaan sosial sebagai perawat profesional. Kolaborasi seperti ini akan terus kami dorong agar mampu melahirkan generasi perawat Indonesia yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global,” kata Linlin Lindayani, PhD selaku Chairperson, STIKep PPNI Jawa Barat.
Sesi utama seminar dilanjutkan dengan dua Keynote Speech, yaitu Dr. Harif Fadhillah yang membawakan materi “Nursing in the Digital Era: How We Grow and Care Together,” serta Dr. Lukman, ST., M.Hum dengan materi “From Practice to Leadership: Advancing Nursing Through Master’s Education.”
Setelah sesi keynote, forum menghadirkan narasumber internasional Prof. Agus Setiawan (Indonesia), Prof. Chi-Jane Wang (Taiwan), Miss. Kulisara Khunpinit (Thailand), dan Prof. Rozzano Locsin (USA) yang membahas transformasi keperawatan 5.0 dan peran teknologi dalam memperkuat praktik caring.
Pada hari yang sama, STIKep PPNI Jawa Barat juga menggelar Innovation Product Exhibition: Nursing Technology Showcase & Research Poster Walk, menampilkan inovasi teknologi kesehatan dan poster penelitian unggulan dari dosen serta mahasiswa. Selain seminar dan pameran inovasi, hari tersebut menjadi momen penting dengan diselenggarakannya GRAND LAUNCHING Program Studi Magister Keperawatan (S2) STIKep PPNI Jawa Barat dengan konsentrasi Keperawatan Medikal Bedah.
Kegiatan peluncuran ini dihadiri oleh para perawat dari berbagai instansi rumah sakit dan puskesmas, yang memberikan antusiasme tinggi terhadap hadirnya program magister baru yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan klinis dan pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti di Jawa Barat.
Kehadiran para praktisi kesehatan ini semakin menegaskan komitmen STIKep dalam membangun pendidikan lanjutan yang relevan, responsif, dan berkontribusi langsung pada peningkatan mutu layanan kesehatan.
Tanggal 27 November 2025, STIKep menyelenggarakan International Nursing Student Symposium, yang berlangsung secara hybrid dengan peserta luring dari STIKep, UPI, dan STIKes Budi Luhur, serta mahasiswa BCNS Thailand yang bergabung melalui Zoom.
Symposium ini membahas caring skills, technology skills, dan life skills sebagai kompetensi inti perawat masa depan. Pada hari yang sama, dosen STIKep mengikuti Manuscript Writing Coaching untuk meningkatkan kemampuan penulisan artikel ilmiah internasional.
Agenda dilanjutkan pada 28 November 2025 dengan Integrated Community Service & Student Day, yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa STIKep bersama warga RW 06 Kelurahan Pamoyanan, mempertegas peran STIKep sebagai institusi berdampak yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pada 29 November 2025, STIKep menggelar International Student Health Innovation & Education Competition 2025, yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia dan Thailand dalam perlombaan akademik dan non-akademik.
| Dalam Semangat Hardiknas, Siswa di Jabar Dapat Fasilitas Belajar dan Pelatihan Karakter |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Jabar pra-harmonisasi 3 raperda Majalengka, termasuk bantuan pendidikan |
|
|---|
| Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025 |
|
|---|
| SPMB 2026 di Kabupaten Bandung, Bakal Ada Pembatasan Siswa Per Rombel, Penerimaan Jadi 2 Gelombang |
|
|---|
| Teknis SMPB di Bandung Sudah Matang, Disdik Siapkan Mitigasi Cegah Jual Beli Kursi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/StikepPPNI.jpg)