Minggu, 19 April 2026

Zakat Kunci Naikan Ekonomi dan Sosial Petani Melon Dompet Dhuafa

Petani melon Dompet Dhuafa merasakan manfaat dari zakat yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat

Editor: Siti Fatimah
dok dompet dhuafa
PETANI MELON - Elan Maulana, Ketua Kelompok Melon Langensari. Di Banjar, Elan dan kelompok Melon Langensari telah membuktikan bahwa zakat, jika dikelola dengan baik, dapat menumbuhkan tidak hanya hasil panen, tetapi juga harapan dan masa depan yang lebih cerah 

TRIBUNJABAR.ID, BANJAR- Berlokasi di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, berdiri barisan greenhouse sederhana yang menjadi semangat perubahan sekelompok petani. Di baliknya, ada sosok Elan Maulana, Ketua Kelompok Melon Langensari, yang memulai langkah dengan keyakinan bahwa sesuatu yang kecil bisa tumbuh besar jika dirawat dengan kesungguhan.

Saat di temui pada Jumat (26/09/2025) Elan bukanlah petani yang sejak awal terbiasa dengan buah melon.

Ia justru dikenal sebagai pribadi yang tak pernah berhenti belajar. 

Semangat untuk terus berkembang membuatnya berani bereksperimen membangun greenhouse secara mandiri.

Ia belajar otodidak dari berbagai sumber, dari bacaan, internet, hingga bertanya pada orang-orang yang lebih berpengalaman.

Elan memilih melon bukan hanya untuk coba-coba.

Ia memilih melon, karena baginya, melon adalah komoditas yang punya daya jual tinggi, sekaligus peluang untuk mengubah nasib. 

Itulah yang membuatnya percaya diri menekuni usaha ini meski awalnya harus berjuang sendiri.

“Kalau di melon ini, yang menentukan harga adalah petaninya. Kalau kualitas dijaga, kita bisa menjual dengan harga yang bagus,” ujarnya dengan nada optimis.

Setelah merasakan hasil panen pertamanya, Elan sadar bahwa keberhasilan akan lebih bermakna jika bisa dibagikan.

Ia lalu mengajak 11 orang di lingkungannya untuk bergabung. Mereka sepakat berkomitmen membangun kelompok green house melon.

Di balik usaha ini, Elan menyimpan kegelisahan yang lebih besar.

 Ia melihat semakin sedikit anak muda yang berminat bertani.

Padahal, menurutnya, perkembangan teknologi pertanian sudah semakin maju dan seharusnya menarik generasi baru untuk terjun.

“Motivasi terbesar saya bergelut di dunia ini karena saya melihat kurangnya minat anak-anak muda bertani. Kalau hanya mengandalkan orang tua kita, sulit berkembang. Harusnya kita, generasi muda, yang mengambil peran,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved