Bupati Dony Groundbreaking RS Mitra Plumbon Sumedang : Nambah Ratio "Bed" Rumah Sakit
Dony mengapresiasi kehadiran rumah sakit itu karena akan menambah jumlah "bed" atau ranjang rumah sakit
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Mitra Plumbon, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (25/8/2025).
Dony mengapresiasi kehadiran rumah sakit itu karena akan menambah jumlah "bed" atau ranjang rumah sakit, semakin mendekati ratio jumlah penduduk di Sumedang.
"Pemkab Sumedang menyambut baik ground-breaking, untuk meningkatkan cakupan tempat tidur dengan jumlah penduduk,"
"Jumlah penduduk Sumedang sebanyak 1,2 juta jiwa, bed hanya 860-an, dan dengan bertambahnya ini 200 tempat tidur, semakin menambah ratio antara jumlah penduduk dan bed," kata Dony.
Menurutnya, jumlah ranjang rumah sakit yang meningkat akan semakin menghasilkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumedang.
Selain itu, kehadiran rumah sakit juga menambah lapangan pekerjaan.
"Rumah sakit ini ada lapangan pekerjaan di Sumedang dan menggerakkan ekonomi. Harapan kami dengan adanya ini menjadi momentum Sumedang menjadi kabupaten unggul,"
"Bagaimana pelayanan kesehatan dilakukan dengan murah, manusiawi, dan bermartabat, akan lebih mendekatkan pelayanan yang terbaik," katanya.
Direkatur Mitra Plumbon, Saraswati Gondotesna mengatakan bahwa dibangunnya rumah sakit itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Untuk kebutuhan masyarakat terutama yang bisa melayani dengan cepat, tepat, aman, nyaman. Motto kami, We Love All, We Care All," katanya.
Saraswati menjelaskan bahwa bangunan RS Mitra Plumbon tidak punya pintu, sehingga pelayanan terbuka 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
"Mitra Plumbon tidak punya pintu, jadi terbuka 24 jam, kami siap memberi pelayanan," katanya.
Ruangan rawat untuk kelas 3 adalah yang paling banyak jumlahnya.
Pembangunan ruang itu disesuaikan dengan RIS atau Ruang Inap Standard.
"Paling banyak kelas 3, nanti aturannya RIS, Ruang Inap Standard yang kapasitasnya 4 bed. Tapi kami buat nyaman dengan kelas 3 hanya 3 tempat tidur, jadi sangat nyaman, meskipun kelas 3," katanya. Menurutnya, ruang untuk Kelas VIP ada tapi tidak banyak.
| Dua Rumah Tertimbun Longsor di Ciranggon Sumedang Selatan, Tiga Selamat Satu Orang Masih Hilang |
|
|---|
| Aparat Buat 'Lorong' di antara Material Longsor, Puluhan Motor Dievakuasi dari Cadas Pangeran |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Kawal Pelindungan Hukum Komoditas Unggulan Biji Lada dan Vanili Sumedang |
|
|---|
| Puluhan Kendaraan Terjebak di antara Dua Titik Longsor Cadas Pangeran Sumedang |
|
|---|
| Mencekam, Begini Suasana di Jalur Bawah Cadas Pangeran usai Longsor, Penerangan Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-menghadiri-groundbreaking-atau-peletakan-batu-pertama.jpg)