Selasa, 2 Juni 2026

Sri Dewi Anggraini Bangkitkan Semangat Demokrasi di SMAN 1 Lembang

Pendidikan demokrasi yang diberikan oleh Sri Dewi Anggraini di SMA Negeri 1 Lembang untuk membangkitkan semangat kepemimpinan generasi muda

Tayang:
Tribun Jabar/Dok Sri Dewi Anggraini
PENDIDIKAN DEMOKRASI - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Sri Dewi Anggraini, memberikan pendidikan demokrasi kepada siswa SMA Negeri 1 Lembang melalui program DPRD Mengabdi untuk Pendidikan Demokrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pendidikan demokrasi yang diberikan oleh Sri Dewi Anggraini di SMA Negeri 1 Lembang tak hanya menjadi ruang belajar tentang sistem politik, tetapi juga wadah dialog untuk membangkitkan semangat kepemimpinan generasi muda.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Sri Dewi Anggraini, menyebut kegiatan tersebut dirancang dua arah agar siswa tidak sekadar menjadi pendengar.

Menurutnya, pendekatan dialog menjadi kunci agar generasi Z merasa dilibatkan dan tidak apatis terhadap isu politik.

Peserta pendidikan demokrasi merupakan siswa yang aktif di organisasi sekolah seperti OSIS, MPK, Paskibraka, sehingga memiliki ketertarikan lebih terhadap isu sosial dan politik.

“Kemarin itu yang ikut di agenda pendidikan demokrasi adalah anak-anak yang jadi pengurus organisasi di sekolah. Jadi mereka memang banyak kritis,” ucap Sri Dewi saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Sri Dewi mengungkapkan, siswa bahkan sudah mempertanyakan hal-hal teknis terkait penyaluran aspirasi di DPRD.

“Pertanyaannya banyak yang menarik seperti bertanya tentang aspirasi. Mereka bertanya apakah aspirasi yang disampaikan ke DPRD itu akan terealisasi semua atau tidak,” kata dia.

Ia menilai keterbukaan informasi melalui media sosial membuat siswa lebih kritis, namun tetap perlu dibekali kemampuan menyaring informasi

“Kegiatan kemarin itu lebih ke komunikasi yang hangat, memberi ruang mereka untuk bertanya,” ucap Sri Dewi.

Dalam diskusi, Sri Dewi juga menekankan pentingnya manajemen konflik dan penerimaan terhadap perbedaan pendapat agar tidak berkembang menjadi ujaran kebencian.

Dampak kegiatan ini, menurutnya, terlihat dari antusiasme siswa dan guru yang merasa mendapatkan ruang dialog langsung dengan praktisi politik.

“Anak-anak bisa lebih terbuka dan bertanya langsung dengan praktisinya,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Jawa Barat membuka peluang keberlanjutan program melalui komunitas dan forum OSIS agar jangkauannya lebih luas.

“Kami tawarkan nanti mereka bisa bergabung di komunitas-komunitas yang memang di sana bisa menjadi wadah mereka untuk berekspresi,” kata Sri Dewi.

Ia pun berharap pendidikan demokrasi dapat menjadi pondasi pembentukan kepemimpinan beretika bagi generasi muda yang kelak menjadi pemimpin masa depan.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved