Minggu, 12 April 2026

International Process Metallurgy Conference: Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Industri

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Process Metallurgy Conference (IPMC) 2025

Editor: Siti Fatimah
Dok Andhika Surya Gumilar
IPMC 2025- Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Process Metallurgy Conference (IPMC) 2025, sebuah forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, industri, dan pembuat kebijakan di bidang metalurgi dan material. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Process Metallurgy Conference (IPMC) 2025, sebuah forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, industri, dan pembuat kebijakan di bidang metalurgi dan material.

Acara berlangsung pada 14–15 Oktober 2025 di kampus ITB Ganesha, dengan workshop pendahuluan digelar pada 13 Oktober 2025.

Konferensi tahun ini mengusung tema “Advancing Sustainable Metallurgy Towards Circularity and Carbon Neutrality”, sejalan dengan agenda global menuju industri berkelanjutan dan netral karbon.

IPMC 2025 juga menghadirkan Student Paper Competition sebagai wadah mahasiswa S1 dan S2 untuk menampilkan penelitian inovatif mereka di bidang metalurgi proses.

Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi dan industri guna mendorong pengembangan teknologi pengolahan mineral dan logam secara efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Andhika Surya Gumilar, ST, yang juga merupakan alumni Teknik Metalurgi ITB, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan IPMC 2025.

Ia menilai forum ini penting untuk memperlihatkan potensi riset Indonesia di mata dunia.

“IPMC adalah kebanggaan bagi kita semua. Ini momentum luar biasa bagi dunia pendidikan dan riset metalurgi Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu bersaing secara global,” ujar Andhika di Bandung, Selasa (14/10).

Namun, politisi muda dari Partai Gerindra ini juga memberikan catatan penting agar kegiatan semacam IPMC tidak berhenti hanya di tataran akademis.

“Konferensi seperti ini jangan hanya menjadi ruang diskusi ilmiah. Harus ada jembatan nyata antara hasil riset kampus dengan kebutuhan industri dan pembangunan daerah,” tegasnya.

“Pemerintah daerah, termasuk kami di DPRD, siap membantu menjembatani agar inovasi dari kampus bisa diterapkan di sektor industri lokal, khususnya di wilayah penghasil mineral di Jawa Barat,” tambahnya.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengolahan mineral, namun sering kali teknologi dan inovasi masih tertinggal karena minimnya kolaborasi antara lembaga penelitian dan pelaku usaha di daerah.

“Kita ingin ITB dan kampus-kampus lain di Jawa Barat menjadi motor inovasi yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Riset metalurgi bukan hanya soal logam dan teknologi, tapi juga soal ekonomi rakyat dan kemandirian bangsa,” tutup Andhika.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved