Minggu, 17 Mei 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin Minta Maranatha Lahirkan Lebih Banyak Dokter Perluas Layanan Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Universitas Maranatha untuk melahirkan dokter-dokter tangguh untuk melaksanakan tugas di Indonesia

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat peresmian dua gedung baru RS Maranatha, Kamis (7/8/2025 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Universitas Maranatha untuk melahirkan dokter-dokter tangguh untuk melaksanakan tugas di Indonesia yang masih kekurangan tenaga dokter.

"Penting, bapak Presiden Prabowo sudah bilang dokter kita  lulusannya harus minimal 30 atau 40 ribu. Daerah daerah kabupaten/kota masih sangat banyak kekurangan. RS Maranatha ini saya harapkan bukan hanya untuk melayani saja, tapi kalau bisa naikan ekspansinya  untuk lebih banyak mendidik dokter dokter," ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat meresmikan dua Gedung RS Maranatha, pada Kamis (7/8/2025).

Rumah sakit tersebut didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Maranatha, yang sebelumnya Bernama RS Unggul Karsa Medika. Budi Gunadi Sadikin menekankan agar RS Maranatha dapat melayani sepenuhnya kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama layanan BPJS Kesehatan. Ia juga berharap tidak hanya di wilayah kota besar, tapi Maranatha dapat membangun fasilitas kesehatan di wilayah kecil lainnya.

"Tugas melayani dan mendidik bisa dilakukan oleh Maranatha. Kalau bisa bukanya jangan hanya di kota besar, tapi juga kota kecil,"ucap Menkes Budi.

Baca juga: KJA di Pangandaran Bikin Murka Susi Pudjiastuti, Dedi Mulyadi Minta Izinnya Dievaluasi

Ketua Umum YPTKM, Orias Petrus Moedak, menekankan hwal oentingnya sinergi pemerintah, BPJS Kesehatan dan institusi pendidikan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan.
Orias menambahkan, untuk pelayanan BPJS kesehatan di RS Maranatha sekitar 95 persen. Sedangkan sisanya merupakan pasien umum atau mandiri.

Mnurutnya, penambahan gedung baru juga merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien BPJS Kesehatan. RS Maranatha berkomitmen untuk tidak membeda bedakan pasien antara BPJS Kesehatan dan umum.

Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR., menyampaikan, RS Maranatha akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit, mendukung pendidikan klinik dan integrasi riset akademik.

Gedung baru yang diresmikan menambah total luas layanan sebesar 7.480 m⊃2;, yang mencakup ICU, ruang hemodialisa, 49 kamar VIP, rawat inap kelas 1, ruang isolasi, hingga 13 poliklinik spesialis. Seluruh layanan terintegrasi dengan sistem IT modern, rekam medis elektronik, dan kesiapan penuh terhadap pelayanan telemedicine.

Sebagai bagian dari Universitas Kristen Maranatha, RS Maranatha saat ini telah menjadi lokasi praktik klinik bagi lebih dari 3.500 mahasiswa Fakultas Kedokteran sejak tahun 2022. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved