Selasa, 19 Mei 2026

Kondisi SDN Gunung Batu Sukabumi Memprihatinkan, Murid Terpaksa Belajar di Musala

Nasib miris dialami murid SDN Gunung Batu, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka harus belajar di musala.

Tayang:
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
BELAJAR DI MUSALA - Suasana SDN Gunung Batu, Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/8/2025). Sebagian murid di SDN Gunungbatu harus belajar di musala karena kelasnya sudah rusak dan rawan roboh.  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Di tengah keterbatasan ruang belajar akibat bangunan kelas yang nyaris ambruk, murid SDN Gunung Batu, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap menunjukkan semangat luar biasa. 

Tiga ruang kelas di sekolah ini terpaksa dikosongkan demi alasan keselamatan sejak tahu lalu. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad murid untuk tetap menuntut ilmu.

Kondisi ruang kelas yang tidak layak digunakan membuat murid kelas 4, 5, dan 6 harus berpindah ke musala dan perpustakaan. Meski sempit dan minim ventilasi, tempat darurat itu kini menjadi ruang belajar sehari-hari mereka.

"Jumlah siswa banyak, kelas sempit, kemudian ventilasi udara juga kecil, jadi anak-anak kasihan. Tapi semangat belajar mereka bagus, anak-anak mau belajar walaupun di ruangan sesederhana itu," ujar Kepala SDN Gunung Batu, Ami Kusmaeni (60), saat ditemui, Jumat (8/8/2025).

Ami menuturkan, kondisi tiga ruang kelas yang kosong itu sudah sangat memprihatinkan. 

Baca juga: Anggota DPR Asal Sukabumi Ditetapkan KPK Jadi Tersangka, Rumah Aspirasi Heri Gunawan Sepi

Kayu yang sebagian telah ambruk dan debu yang menumpuk menjadi pemandangan sehari-hari. Meski demikian, ia menegaskan, keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

"Ruangan itu sudah tidak layak digunakan. Kami sengaja kosongkan agar tidak membahayakan anak-anak," jelas 

Pihak sekolah telah berupaya melakukan pengajuan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan melalui sistem Dapodik. Namun hingga kini, bantuan perbaikan belum juga terealisasi.

Informasi yang diterima menyebut bahwa perbaikan baru bisa dilakukan setelah adanya anggaran perubahan.

“Kami dari pihak sekolah sudah lakukan usulan dan laporan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Harapannya tentu ada perhatian serius agar ruang kelas bisa segera dibangun kembali,” tutur Ami penuh harap.

Situasi ini juga menjadi perhatian serius Komite Sekolah. Sekertaris Komite Sekolah, Dadan Apriandani, menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat kegiatan belajar, tetapi juga mencederai semangat peningkatan mutu pendidikan yang terus digaungkan di tingkat nasional.

Baca juga: 32 Siswa SD di Cidolog Sukabumi Diduga Keracunan Nasi Kuning-Telur Dadar Menu MBG, Kadisdik Benarkan

"Kita juga sudah memperingatkan kepada Dinas Pendidikan untuk berupaya, karena bidang pendidikan ini sangat penting sekali. Yang belajar di luar, di mushola, itu kan tidak etis. Sekarang ini pendidikan digembar-gemborkan jadi prioritas oleh Presiden, tapi realitas di lapangan tidak sesuai harapan," ujar Dadan.

Dadan menekankan, kondisi tiga ruang kelas tersebut sudah sangat parah. Bahkan, bangunan itu tidak pernah diperbaiki selama lebih dari 30 tahun.

"Sisanya juga sebenarnya butuh perbaikan. Makanya kami meminta program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Jangan tambal sulam, nanti roboh lagi. Kita ingin dibangun tuntas, semua ruang kelas, bukan separuh-separuh," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved