Kamis, 30 April 2026

Kerajinan Bambu Sukabumi Tembus Luar Negeri Berkat Kreator Konten Ubah Arah Saat Covid Melanda

Suhendi seorang pria berusia 32 tahun berhasil membawa bambu dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tembus pasar luar negeri.

Tayang:
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
HASIL KERAJINAN - Suhendi saat memperlihatkan hasil kerajinannya. Suhendi berhenti jadi konten kreator dan memilih jadi penrajin bambu dan hasil karyanya tembus ke pasar luar negeri. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Suhendi seorang pria berusia 32 tahun berhasil membawa bambu dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tembus pasar luar negeri.

Suhendi dulu kerap aktif di media sosial menjadi seorang kreator konten, yang akrab disapa Eagle Gemilang. Suhendi saat itu kerap menginformasikan wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Namun, kini pria asal Kampung Tonjong, Palabuhanratu, memilih berputar 180 derajat dari kiprahnya sebagai kreator konten menjadi seorang perajin bambu. 

Kepada Tribunjabar.id, Suhendi menceritakan awal mula terjun menjadi perajin bambu hingga mampu membawa kerajinan bambu Sukabumi ke pasar luar negeri.

Dia mengatakan, awalnya meliput perajin bambu. Dia pun tertarik menjadi reseller perajin bambu itu.

Sampai akhirnya di masa pandemi Covid-19, Suhendi memilih beralih profesi. Ia mulai menggeluti pembuatan bambu menjadi berbagai kerajinan, seperti gelas hingga berbagai jenis kerajinan lain seperti tempat bolpoin.

Baca juga: Terapi Diabetes di Rel KA, Lansia di Sukabumi Tewas Terlindas, Warga: Pendengarannya Kurang

"Ngonten dulu itu karena Covid karena kan enggak bisa usaha, ngonten berhenti fokus usaha," kata Suhendi kepada Tribunjabar.id, Sabtu (2/8/2025).

Lambat laun usaha kerajinan gelas bambunya dari 2023, mampu menjangkau berbagai kalangan konsumen, mulai dari kelas bawah hingga kelas atas. Bahkan, sejumlah perusahaan sudah menjadi langganannya.

"Dari beli bambu dari tetangga, terus sekarang mulai tanam sendiri untuk bahan produksinya. Alhamdulillah kebanyakan pemesanan dari corporate untuk hampers. Ke luar negeri itu ke Australia, Korea Selatan," ucap Suhendi.

Suhendi membanderol kerajinannya mulai dari Rp 30 ribu untuk satu gelas. Harga pun bervariasi tergantung jenis desain kerajinan yang ia buat.

Baca juga: Respons Menteri Lingkungan Hidup soal Kerusakan Lingkungan di Gunung Salak Sukabumi

"Biasa dijual paketan kiriman ke luar negeri. Sebulan penjualan mencapai 500 pieces, saya penjualan fokus di online shop. Selain produksi gelas bambu, fokusnya ke peralatan buat kopi, yang lainnya ada kayak tempat bolpoin, toples kopi," katanya.

Dari keuletannya itu, Suhendi juga mendapatkan sertifikat dari Pemda Kabupaten Sukabumi sebagai UMKM naik kelas.

"Kita juga menggandeng perajin lain. Alhamdulillah sudah dapat sertifikat juga UMKM naik kelas dari Pemda," ujar Suhendi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved