Rabu, 29 April 2026

Rangkaian Rute Karnaval Binokasih 2026, Mulai di Sumedang, Berakhir di Cirebon

Karnaval Binokasih 2026 akan digelar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bekerja sama dengan pemerintah daerah pada awal Mei 2026.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
KIRAB BUDAYA - Warga menyaksikan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). Terbaru, Pemprov Jabar akan menggelar event tahunan Karnaval Binokasih yang mulai berlangsung 2 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pawai Budaya Sejarah: Agenda tahunan Pemprov Jabar yang menampilkan arak-arakan Mahkota Binokasih sebagai simbol Kerajaan Sunda.
  • Rute & Jadwal: Dimulai 2 Mei 2026 di Sumedang dan berakhir di Cirebon, melewati 8 titik termasuk Ciamis, Bogor, dan Karawang.
  • Misi Pembangunan: Fokus pada renovasi situs sejarah dan peningkatan kebersihan lingkungan.

TRIBUNJABAR.ID - Karnaval Binokasih 2026 akan digelar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bekerja sama dengan pemerintah daerah pada awal Mei 2026.

Karnaval Binokasih adalah acara kebudayaan dan sejarah yang menampilkan arak-arakan Mahkota Binokasih, yang menjadi simbol kerajaan Sunda.

Awalnya, Karnaval Binokasih adalah tradisi Keraton Sumedang yang kemudian menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Agenda Karnaval Binokasih tahun ini akan dimulai pada 2 Mei 2026 di Sumedang yang kemudian berakhir di Cirebon.

Berikut adalah rute Karnaval Binokasih 2026 selengkapnya:

1. Keraton Sumedang, Kabupaten Sumedang

2. Kawali, Kabupaten Ciamis

Baca juga: Jenguk ART asal Cikarang Jadi Korban Kecelakaan KRL, Dedi Mulyadi Beri Biaya Pemulihan Rp10 Juta 

3. Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya

4. Gedung Karesidenan, Kabupaten Cianjur

5. Batutulis-Kebun Raya Bogor, Kota Bogor

6. Kota Depok (bersamaan Hari Jadi Kota Depok)

7. Pesantren Syekh Quro, Kabupaten Karawang

8. Bale Jaya Dewata-kawasan Kasepuhan, Kota Cirebon

Makna Historis

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa karnaval ini tidak sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki makna strategis bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya yang dilewati oleh karnaval. 

"Maknanya satu, mengingatkan tentang sejarah Sunda, dari Kawali sampai terbentuknya Kasultanan Cirebon," katanya, Rabu (29/4/2026).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved