Minggu, 26 April 2026

Pengurus HPDKI Jabar 2025-2030 Terbentuk, Kesejahteraan Peternak Domba Jadi Sorotan

Yudi menyoroti tantangan yang dihadapi para peternak, khususnya dalam menghadapi arus globalisasi dan pasar bebas.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
PENGUKUHAN - pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat periode 2025-2030 resmi dikukuhkan, Rabu (30/7/2025) di Gedung Sate 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat periode 2025-2030 resmi dikukuhkan, Rabu (30/7/2025), di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) HPDKI, Yudi Guntara Noor kepada Ketua DPD Jawa Barat, Denni Mulyadi.

Hadir mewakili Gubernur Jabar, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, dan Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin. Ada pula Perwakilan Polda, Kodam III/Siliwangi, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, juga Dekan Fakultas Peternakan IPB University.

Baca juga: Kotoran Sapi Perah dari Lembang Mengalir hingga Kota Bandung, Peternak Kebingungan Hadapi Dilema

Ketua DPP HPDKI, Yudi Guntara Noor menilai pelantikan pengurus HPDKI Jabar ini menjadi momen yang mencerminkan kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan HPDKI sebagai organisasi induk peternak ruminansia kecil di Indonesia.

"Ini yang berbeda, dilantik di Gedung Sate. Itu pembeda. Ini simbol kolaborasi Pemprov Jawa Barat dan HPDKI Jawa Barat," ujar Yudi.

Meskipun saat ini HPDKI telah berkembang ke 15 provinsi dengan jaringan DPD dan DPC, namun katanya, Jawa Barat tetap menjadi poros utama, baik secara historis maupun kultural.

"HPDKI itu dahulu mulai di Jawa Barat. Kalau Jawa Barat itu, HPDK adalah identitas. Organisasi lain mungkin tidak jadi identitas, tapi di sini berbeda. Ini strategis," ujarnya.

Menurut Yudi, posisi tersebut harus dijaga karena menyangkut nilai budaya dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap domba dan kambing sebagai bagian dari warisan agrikultur.

Namun, di tengah kebanggaan itu, Yudi menyoroti tantangan yang dihadapi para peternak, khususnya dalam menghadapi arus globalisasi dan pasar bebas.

"Kita ada daging domba dalam negeri, tapi juga ada impor. Terkadang daging impor lebih murah. Ini tantangan. Jangan sampai domba lokal kita tidak dihargai," ucapnya.

Yudi menambahkan, adanya insentif dan kebijakan yang mendukung agar harga domba lokal tetap kompetitif, serta menjaga keseimbangan antara aspek budaya, pertanian, dan agribisnis.

Baca juga: Rahasia Sapi Sehat dan Besar ala Vandri Dwitama, Peternak Muda dari Bandung

"Antara budaya, agrikultur, dan usaha agribisnis harus seimbang. Maka, ketahanan pangan dan nilai ibadah itu juga harus kami jaga," katanya.

Menurut Yudi, dengan kepengurusan baru, HPDKI bisa menghadirkan gagasan-gagasan segar yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Ketua DPD HPDKI Jabar periode 2025-2030, Denni Mulyadi mengatakan, HPDKI Jabar bersama seluruh DPC akan terus bergerak meningkatkan kesejahteraan peternak dan memenuhi kontribusi pada kebutuhan pasar domba dan kambing di Jabar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved