Minggu, 10 Mei 2026

Bina Siswa dalam Matsama, KUA Bongas Gandeng YKB Edukasi Risiko Pernikahan Dini

Penyuluhan berlangsung di Aula Madrasah dengan suasana antusias dan interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya dan berd

Tayang:
Istimewa
Bina Siswa dalam Matsama, KUA Bongas Gandeng YKB Edukasi Risiko Pernikahan Dini 

TRIBUNJABAR.ID - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bongas bersama Yayasan Kusuma Bongas (YKB) menggelar penyuluhan bertema “Bahaya Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Remaja” di Madrasah Aliyah (MA) Darul Falah, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang diikuti oleh puluhan siswa baru.

Penyuluhan berlangsung di Aula Madrasah dengan suasana antusias dan interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya dan berdiskusi, terutama saat materi mengenai dampak negatif pernikahan dini dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja disampaikan. Kepala KUA Kecamatan Bongas, Walid menegaskan pentingnya edukasi agar generasi muda terhindar dari pernikahan usia dini. 

“Pernikahan dini bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga mental dan masa depan anak-anak kita. Kami berharap, melalui penyuluhan ini, para siswa lebih memahami risiko dan bisa mengambil keputusan yang bijak di masa depan,” ujar Walid secara terpisah.

Senada dengan itu, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana YKB, Anggit Helieosinova, menekankan peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah pernikahan dini. 

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dan guru, untuk bersama-sama memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan reproduksi,” ungkap  Anggit.

Penyuluh Agama Islam, Muhammad Ertarto, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menyoroti aspek agama dalam pernikahan. 

“Islam sangat menganjurkan pernikahan dilakukan pada usia yang matang, baik secara fisik maupun mental. Pernikahan dini seringkali menimbulkan masalah baru, baik dalam rumah tangga maupun dalam kehidupan sosial,” jelas Ertarto.Salah satu siswa MA Darul Falah, Siti Nurhaliza (16), mengaku sangat terbantu dengan adanya penyuluhan ini. 

“Saya jadi tahu kalau pernikahan dini itu banyak risikonya, dan sekarang saya lebih paham pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Semoga teman-teman juga bisa mengambil pelajaran dari kegiatan ini,” ungkap Siti.

Melalui pembinaan siswa dalam rangkaian Matsama ini menjadi wadah untuk memberikan pengetahuan terkait resiko-resiko pernikahan dini sehingga diharapkan dapat mengedukasi para siswa madrasah untuk mencegah pernikahan dini dan fokus untuk menuntut ilmu untuk menjadi generasi Indonesia Emas di masa yang akan datang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved