Widyatama Kenalkan Forex, Cryptocurrency, & P2P Lending di SMA Santa Maria 1 Kota Bandung
Bandung, 28 Juli 2025 – Sebagai bentuk komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat, Program Studi
TRIBUNJABAR.ID - Bandung, 28 Juli 2025 – Sebagai bentuk komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Manajemen S1 Universitas Widyatama menggelar kegiatan edukatif di SMA Santa Maria 1 Kota Bandung pada hari Senin, 28 Juli 2025.
Kegiatan ini dilakukan oleh Tanti Irawati Mukhlis, S.E., M.M., QIA. (Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyataama) selaku Ketua Klaster Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) beserta tim yang terdiri dari para Dosen FEB UTama, yaitu: Pebri Yanida, S.M.B., M.M., Dr. Neneng Susanti, S.M.B., M.M., Dr. Vincentia Wahju Widajatun, S.E., M.M., Muhammad Bayu Aji Sumantri, S.M.B., M.Com., dan Oliver Hasan Padmanegara, S.E., MSc. selaku dosen Manjemen S1 sekaligus narasumber dalam kegiatan ini.
Oliver Padmanegara memberikan materi bertajuk “Financial Technology untuk SDGs: Eksplorasi Forex Market, Cryptocurrency, dan P2P Lending bagi Siswa SMA Santa Maria 1 Kota Bandung.” Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dibiayai oleh Universitas Widyatama melalui Biro P2M UTama berdasarkan Surat Kontrak No.: 010/PPM/C/P2M-UTAMA/VI/2025
Oliver Hasan Padmanegara memberikan materi mengenai Eksplorasi Forex Market, Cryptocurrency, dan P2P Lending bagi Siswa SMA Santa Maria 1 Kota Bandung.
Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan para siswa terhadap perkembangan teknologi finansial yang kian pesat, sekaligus menanamkan pemahaman tentang literasi keuangan sejak usia muda. Melalui pendekatan yang interaktif dan relevan, siswa dikenalkan pada konsep dasar serta peluang dan risiko dari berbagai instrumen fintech seperti P2P lending, pasar valuta asing (forex), dan cryptocurrency.
Dalam materinya, Oliver Padmanegara menyampaikan bahwa literasi keuangan dan kemampuan adaptif terhadap teknologi merupakan bekal penting dalam menyongsong masa depan yang berkelanjutan. "Fintech bukan sekadar tren, tapi merupakan transformasi ekonomi global. Pemahaman tentang risiko dan cara kerja berbagai instrumen fintech menjadi kunci bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital," ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Sebastianus Sulistyanto, salah satu guru pendamping di SMA Santa Maria 1 Kota Bandung, mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara ini.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Siswa-siswi kami mendapat pengetahuan yang biasanya hanya bisa diakses di bangku kuliah atau dunia kerja,” ujar Sebastianus.
Hal senada juga disampaikan oleh Farel Nathanael Sutrisna, siswa kelas XII, yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias. “Saya baru tahu bahwa ada banyak peluang di dunia fintech yang bisa dijalani bahkan sejak muda. Presentasinya seru dan membuka wawasan saya tentang investasi digital dan risiko keuangan,” tutur Farel.
Melalui kegiatan ini, Universitas Widyatama berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang cakap digital, cerdas finansial, dan siap bersaing secara global. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia.
| Stafsus Yovie Widianto: Optimalisasi AI & Adaptasi Strategi K-Pop untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif |
|
|---|
| Mahasiswa Widyatama Diuji Langsung di Dunia Kerja Jepang |
|
|---|
| Tak Lagi Sekadar Nilai Tambah, Bahasa Inggris Kini Jadi Modal Utama Karier Global |
|
|---|
| Hadapi Tantangan Era AI, Universitas Widyatama Siapkan Lulusan Siap Kerja Melalui Job Fair 2026 |
|
|---|
| Job Fair Career Utama 2026 Widyatama Dibuka, Terbuka untuk Umum Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/4Edukasi-Fintech-untuk-Generasi-Muda-Dosen-Universitas-Widyatama-Kenalkan-Forendung.jpg)