Sabtu, 2 Mei 2026

Kisah Inspiratif

Kisah Anak Pedagang dan Tukang Las Diterima di ITB, Kondisi Ekonomi Pas-pasan Tak Halangi Mimpi

Kondisi ekonomi keluarga pas-pasan tak menghalangi tekad anak pedagang dan anak tukang las ini hingga berhasil diterima di Kampus ITB.

Tayang:
Editor: Hilda Rubiah
Tangkap layar laman ITB
Risma Dewi Mulyani dan Sofi Rizqa Agustiani. Risma, putri seorang pedagang pasar dan Sofi, putri seorang tukang las rel kereta api, yang berhasil menembus gerbang ITB. 

TRIBUNJABAR.ID - Meski kondisi ekonomi keluarga pas-pasan tak menghalangi tekad anak pedagang dan anak tukang las ini.

Keduanya membuktikan, latar belakang dari kalangan tak mampu tak jadi hambatan dalam mewujudkan mimpi tinggi di pendidikan.

Inilah kisah perjuangan yang dialami Risma Dewi Mulyani dan Sofi Rizqa Agustiani, anak pedagang dan tukang las yang berhasil diterima kampus bergengsi di Bandung, menarik perhatian.

Keduanya sama-sama berhasil diterima masuk di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berkat perjuangan yang inspiratif dari keduanya memantik rasa penasaran Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatacipta Dirgantara.

Baca juga: Kisah Haru Sahida Ilmi, Anak Petani Diterima di Kedokteran UGM Didatangi Langsung Petinggi Kampus

Ia datang bersama Indra Wibowo (Dekan dan tim Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB) dan Imam Santoso (Kelompok Keahlian Teknik Metalurgi FTTM ITB).

Keberhasilan keduanya menggerakan hati dan langkah para pimpinan kampus bergerak menemui Risma Dewi Mulyani dan Sofi Rizqa Agustiani secara langsung.

Kebetulan keduanya sama-sama lulusan dari CT ARSA Foundation Sukoharjo.

Risma merupakan putri seorang pedagang pasar. 

Sedangkan Sofi putri seorang tukang las rel kereta api, yang berhasil menembus gerbang ITB.

Kisah ini bermula saat keduanya mengimpikan masuk ke kampus ITB.

Risma, anak kelima dari tujuh bersaudara, mengetahui betul kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan.

Penghasilan sang ayah sebagai pedagang pasar tak menentu.

Setiap bulannya hanya sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.

Kondisi keterbatasan itu tak menyurutkan langkahnya, ia bertekad kuat untuk meringankan beban orangtua.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved