Minggu, 12 April 2026

HEBOH Data 4,6 Juta Warga Jawa Barat Dihack, Disdukcapil Cimahi Klaim Masih Aman

(Disdukcapil) Kota Cimahi belum menerima laporan terkait kebocoran data warga Cimahi.

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi belum menerima laporan terkait kebocoran data warga Cimahi.

Plt Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Dani Bastian, mengklaim belum ada tanda-tanda upaya peretasan yang terdeteksi di Disdukcapil.

"Di Cimahi aman. Upaya peretasan sejauh ini tidak ada, landai," kata Dani Bastian saat dikonfirmasi, Senin (28/7/2025).

Dani meminta warga untuk tidak panik atas adanya isu kebocoran data 4,6 juta warga Jawa Barat (Jabar) seperti yang diklaim oleh akun DigitalGhost melalui media sosial X.

Meski begitu, warga Cimahi diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan sistem keamanan data pribadi khususnya yang tersimpan pada perangkat gawai.

Baca juga: Disdukcapil Kota Bandung Jamin Data Warga Tidak Bocor, Pengamanan Dilakukan di Tingkat Nasional

"Sesuai dengan ketentuan, terkait dengan administrasi kependudukan patuhi SOP yang kami tetapkan, termasuk jangan mengunggah sembarangan data KTP-el," tandasnya.

Media sosial X dihebohkan dengan pengakuan DigitalGhost yang menyatakan telah menguasai data pribadi 4,6 juta warga Jabar.

Dalam unggahannya pada 10 Juli 2025 pukul 16.33 WIB, akun DigitalGostt mempertanyakan sistem pertahanan siber di Indonesia. Dia pun menyindir lemahnya pengamanan data oleh instansi pemerintah.

“Hello Indonesian people (especially the people of West Java), could your personal data be in my possession? Where is the cyber defense? Is it asleep on a pile of money?”. "Halo masyarakat Indonesia (terutama masyarakat Jawa Barat), mungkinkah data pribadi Anda ada di tangan saya? Di mana pertahanan sibernya? Apakah ia tertidur di atas tumpukan uang?”, tulisnya dalam bahasa Inggris.

Baca juga: Bek Persib Bandung Jadi Pemain Grade A Paling Top yang Perkuat Negara Beranking FIFA Tertinggi

Dalam unggahan itu pun, terlihat logo resmi Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat serta deskripsi data yang mencakup informasi sensitif antara lain alamat, nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), email dan pekerjaan.

Akun DigitalGhostt sendiri merupakan pengguna aktif forum dark web yang memiliki sejumlah unggahan dan reputasi tinggi dalam komunitas yang biasa digunakan untuk jual beli data hasil peretasan.

Sementara dalam cuitannya, akun @H4ckmanac mengungkap bahwa DigitalGhostt disebut-sebut merupakan hacker yang sama yang pernah membobol 700 ribu data individu di Kementerian Pertahanan (Kemenhan). (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved