Minggu, 17 Mei 2026

Pesona Kapten Timnas Indonesia di Italia, Bukti Tak Layak Bermain di Serie B

Kapten tim nasional Indonesia, Jay Idzes, "dianggap" tidak layak bermain di Serie B bersama Venezia. Dia kini menyita perhatian di bursa transfer.

Tayang:
Editor: Giri
Instagram/jayidzes
DIBURU UDINESE - Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, saat berseragam Venezia lawan Fiorentina di pekan kedua Serie A 2024/2025 di Stadio Artemio Franchi, Senin (26/8/2024). Jay Idzes menjadi buruan Udinese. 

TRIBUNJABAR.ID - Kapten tim nasional Indonesia, Jay Idzes, "dianggap" tidak layak bermain di Serie B bersama Venezia. Dia kini menyita perhatian di bursa transfer.

Jay Idzes memang gagal mempertahankan Venezia tetap bermain di Serie A musim depan. Meski begitu, nasib Venezia tak serupa Jay Idzes.

Pemain berposisi bek tengah itu menjadi magnet tim yang akan bertarung di Serie A untuk menggaetnya.

Satu di antara tim yang serius ingin memakai jasanya adalah Udinese.

"Jay Idzes tetap menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan di Venezia setelah menjalani musim Serie A yang gemilang," tulis media Tutto Venezia Sport.

Udinese masih menjadi peminat paling serius bagi talenta Jay Idzes. Klub asal Friuli tersebut intens memburu Idzes setelah melepas bek andalan mereka, Jaka Bijol, ke Leeds United.

Menurut laporan Il Messaggero Veneto, Udinese siap mengajukan proposal kedua dengan nilai 7 juta euro atau sekitar Rp 132,7 miliar.

Baca juga: Head to Head Timnas U23 Indonesia Versus Malaysia, Malam Ini Jalani Laga Penentuan

Klub beralias Il Zebrette (Zebra Kecil) menaikkan tawaran mereka, dari semula yang hanya 5 juta euro.

Namun, Venezia kabarnya tetap bergeming. Klub asal region Veneto itu mematok harga 10 juta euro (sekitar Rp 189,5 miliar) untuk Jay Idzes.

Venezia tampaknya sudah siap kehilangan Jay Idzes.

Bahkan, mereka sudah mengantisipasi kepergian Idzes dengan memboyong Bartal Franjic dari Dinamo Zagreb.

Idzes bergabung ke Italia pada musim panas 2023 dan langsung jadi sosok sentral dalam keberhasilan Venezia promosi ke Serie A.

Pada musim pertamanya di level tertinggi Liga Italia, pemain kelahiran tahun 2000 itu mencatatkan performa konsisten dan tangguh menghadapi para penyerang top Serie A.

Ia bahkan sempat mencetak gol ke gawang raksasa Italia, Juventus.

Tak hanya Udinese, beberapa klub lain juga memonitor situasi sang bek kelahiran Mierlo 25 tahun lalu tersebut.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved