Suasana Lembur Pakuan Subang Bikin Wisatawan Takjub, 'Pokoknya Keren Banget Kampung Bapak Aing Ini'

Lembur Pakuan berubah menjadi destinasi wisata baru di Subang, Jawa Barat. Ribuan orang datang setiap hari.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
NIKMATI LEMBUR PAKUAN - Pengunjung menikmati suasana di Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Sabtu (12/7/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Ahya Nurdin 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Lembur Pakuan berubah menjadi destinasi wisata baru di Subang, Jawa Barat. Ribuan orang datang setiap hari untuk melihat suasana tempat yang terletak di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, itu.

Bahkan, saat momen akhir pekan, pengunjung kampung tempat kelahiran Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, itu mencapai puluhan ribu.

Nama Lembur Pakuan dicetuskan oleh Dedi Mulyadi sejak dia tidak menjabat lagi sebagai Bupati Purwakarta. Dedi saat itu mulai menata kampung tempat ia dilahirkan dengan berbagai ornamen dan bangunan bernuansa Sunda.

Akibatnya, banyak orang menyebut Lembur Pakuan ini Bali-nya Subang.

Selain nuansa adat Sunda, nuansa adat dan kebudayaan Bali juga begitu terasa di Lembur Pakuan. Terlihat banyak pohon dibalut kain poleng khas Bali hingga berbagai patung arca, patung macam putih, dan janur khas Bali. Begitu juga dengan ornamen bangunan rumah Dedi, mulai dari dindingnya hingga gapuranya bernuansa Bali. 

Baca juga: Lembur Pakuan Subang Jadi Tempat Wisata dan Mengadu Nasib, Ada yang Tak Punya Ongkos Pulang

Sementara nuansa budaya Sunda di Lembur Pakuan juga terlihat dari pagar-pagar di kawasan Lembur Pakuan, mulai dari penerangan jalan berbentuk kujang, pagar menggunakan bambu dihiasi payung hias, dan atap rumah Dedi berbentuk joglo. Rumah itu di sekelilingnya dipenuh pepohonan sehingga semakin terlihat sejuk dan asri serta enak di pandang mata.

Suasana di persawahan Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, subang
LEMBUR PAKUAN - Suasana di persawahan Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Sabtu (12/7/2025).

Tak hanya itu banyak juga balong yang dibuat Dedi, sehingga nuansa di desanya semakin terasa di Lembur Pakuan. Hal inilah yang menarik banyak warga berdatangan dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan Lembur Pakuan

Di Lembur Pakuan, wisatawan juga bisa menikmati permainan tradisional seperti egrang, bakiak, dan juga pentas seni seperti jaipongan. Ada juga seni tutunggulan atau tumbuk halu di lisung yang menghasilkan nada musik untuk mengiringi penyanyi.

Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati sajian kuliner yang berjajar di sepanjang jalan Lembur Pakuan, mulai dari sate maranggi, aneka gorengan, serta cemilan khas Sunda. Banyak juga pedagang menjajakan iket khas yang dipakai Dedi Mulyadi, serta penjual aneka kerajinan tangan khas Sunda.

Pada Sabtu (12/7/2025), wisatawan dari pagi hingga siang terus berdatangan memadati kawasan Lembur Pakuan. Mereka berswafoto karena banyak spot-spot menarik serta bisa makan sambil menikmati pemandangan pesawahan.

Wehelmus Bame yang datang jauh-jauh dari Papua mengatakan, ingin menikmati keindahan Lembur Pakuan selain itu juga ingin ketemu Dedi Mulyadi.

"Lembur Pakuan viral di media sosial sehingga bikin penasaran saya untuk datang ke sini sekaligus berharap bisa bertemu Kang Dedi Mulyadi," ujar Bame, Sabtu.

Bame mengatakan, suasana Lembur Pakuan sangat asri dan sejuk, dibalut ornamen bangunan bernuansa budaya Sunda kebali-balian.

"Sepanjang jalan banyak taman hijau, dengan ornamen budaya khas Sunda Bali. Jalannya juga mulus serta bersih. Kampung ini benar-benar tertata dan rapi," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved