Banyak Warga ke Lembur Pakuan untuk Bertemu Dedi Mulyadi, Pengamat Ingatkan Potensi Masalah Sosial
Sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sudah dikenal sebagai tokoh publik yang memilki perhatian kepada masyarakat bawah.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sosiolog Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Garlika Martanegara menilai kunjungan masyarakat ke Lembur Pakuan, Subang yang menjadi tempat tinggal Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebagai hal wajar.
Berdasarkan analisanya, sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sudah dikenal sebagai tokoh publik yang memilki perhatian kepada masyarakat bawah.
Branding Dedi Mulyadi itu, kata dia, sudah dilakukan sejak menjadi Bupati Purwakarta yang kini ditunjang dengan media sosial pribadinya.
"Kalau orang sudah tampil di sosmed ini kan brandingnya mungkin sudah branding nasional ya, bahkan mungkin internasional gitu kan. Karena ada beberapa TikTok juga kan di Arab Saudi, nyebut Bapak Aing-Bapak Aing gitu kan. Jadi memang beliau ya memang secara brandingnya memang sudah jadi tokoh gitu loh," ujar Garlika, Jumat (11/7/2025).
Melalui sosial media itu, kata dia, Dedi Mulyadi menampilkan sebagai sosok pejabat pemerintah yang merakyat.
"Maksudnya merakyat ini, beliau blusukan, bagi-bagi uang. Ada nenek-nenek, ditarik suruh belanja di mini market gitu kan. Ada anak kecil, kerjaan yang ngurus kuda, dikasih kuda," katanya.
Hal-hal seperti itu, kata dia, membuat masyarakat yang melihat di media sosial merasa bahwa Dedi Mulyadi memiliki kepedulian yang tinggi.
"Jadi, kalau ada orang jalan kaki mengadu nasib ke Lembur Pakuan itu wajar-wajar saja, karena se-Indonesia Gubernur yang juga merupakan informal leader sepengetahuan saya saat ini baru Dedi Mulyadi," ucapnya.
Jadi, kata dia, wajar ketika ada orang susah kemudian melihat sosial media Dedi Mulyadi memutuskan datang ke Lembur Pakuan dengan harapan dapat bertemu dan dibantu Dedi Mulyadi.
"Memang karena beliau sudah menjadi informal leader, sekaligus sudah menjadi tokoh yang dekat dengan masyarakat terutama menengah ke bawah, terlepas dari kontroversinya politik dan lain-lain. Itu otomatis akan seperti itu," katanya.
Sementara saat disinggung potensi munculnya masalah sosial dari banyaknya masyarakat yang datang mengadu nasib ke Lembur Pakuan, Garlika menyebut masalah sosial bukan di Lembur Pakuannya.
"Masalah sosialnya sudah ada, yaitu tingginya angka kemiskinan, tingginya orang-orang yang stres gitu loh, karena masalah sosial ini ada anggapan bahwa dengan datang mencoba menunggu Dedi Mulyadi, itu akan menjadi solusi," katanya.
"Jadi, sebetulnya bukan Lembur Pakuan yang menimbulkan masalah, tapi memang masalahnya itu sudah ada cuman saya tadi bilang, karena mungkin stress atau pola pikirnya atau kemampuan berpikirnya memang buntu, bisa dibilang segitu-gitunya," tambahnya.
Masalah sosial bisa muncul, kata dia, ketika masyarakat yang datang dengan harapan bertemu dan dibantu Dedi Mulyadi, tidak terwujud, kemudian melakukan vandalisme dan tindakan kriminalitas.
"Karena dia misalnya menunggu lama, ada kesal kan, mana dia misalnya kelaparan dan lain-lain. Tahu-tahu ada rombongan lain yang memang datang untuk wisata ya. Kelihatan bermobil dan lain-lain. Bisa aja terjadi kesenjangan sosial, jadi tindak kriminal," katanya.
"Dan pada satu sisi, Gubernur tidak mungkin setiap saat di situ. Tidak mungkin kita nongkrongin Gubernur. Ibaratnya gini deh kita-kita aja misalnya yang memang punya kepentingan gitu kan, untuk menghadap seorang Gubernur itu, ya minimal ke sekpri dulu, melayangkan surat dan lain sebagainya kan," ucapnya.
Pengamat Respons SE Gubernur Dedi Mulyadi Soal Larangan Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi |
![]() |
---|
Pedagang Bandung Respons Larangan Knalpot Brong: Kami Hanya Penuhi Permintaan Pasar |
![]() |
---|
Polrestabes Bandung Dukung Langkah Gubernur Dedi Mulyadi Larang Penjualan Knalpot Brong |
![]() |
---|
Rekam Jejak Asep Japar, Bupati Sukabumi Buat Dedi Mulyadi Geram, Sulit Dihubungi soal Jembatan Putus |
![]() |
---|
Resmi! Dedi Mulyadi Larang Penggunaan dan Penjualan Knalpot Brong di Seluruh Jawa Barat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.