Kabar Seleb

Kisah Indahkus Mojang Bandung Jadi Idol Cina, Dulu Dokter Umum Bayaran Cuma Rp2 Ribu Per Pasien

Seperti roda kehidupan yang berputar, siapa sangka mojang Bandung yang jadi Idol Cina ini dulunya dokter umum, pernah dibayar Rp 2 ribu per pasien

Editor: Hilda Rubiah
Instagram Indahkus
KISAH INDAHKUS: Foto dokumentasi Instagram Indahkus. - Sebelum jadi Idol Cina, Indahkus mengaku profesinya sebagai dokter umum tak mampu menutupi cicilan karena bayaran yang murah.  

TRIBUNJABAR.ID - Seperti roda kehidupan yang berputar, siapa sangka mojang Bandung yang jadi Idol Cina ini dulunya dokter umum.

Nasibnya berubah setelah ia memutuskan berkarier di dunia entertainment hingga kini sukses menjadi Idol Cina.

Sebelum terjun ke dunia musik, ia menceritakan tentang pengalamannya saat hari-harinya menjalani profesinya sebagai dokter umum.

Meski profesinya mulia dan terbilang mentereng ternyata tak menjamin kehidupannya sejahtera.

Indahkus mengaku profesinya sebagai dokter umum tak mampu menutupi cicilan karena bayaran yang murah.

Baca juga: Kisah Zaskia Zahra Anak Sopir di Bogor Diterima di Kampus Terbaik  Kanada, Dapat Beasiswa Garuda

Indahkus menceritakan keputusannya kini lebih fokus di dunia hiburan dibanding profesinya sebagai dokter.

Diakui Indahkus, sebenarnya dia mencintai profesinya sebagai dokter.

Bahkan di waktu bersamaan, Indahkus pernah praktek di dua tempat sekaligus, yang membuatnya hampir tak punya waktu istirahat.

"Aku suka," kata Indahkus dikutip dari YouTube Tema Indonesia, Kamis (10/7/2025).

"Aku pernah di waktu yang sama kerja klinik umum agak jauh, aku seneng banyak pasien," lanjutnya.

Tapi rasa cintanya pada profesi sebagai dokter ternyata tak bisa menutupi biaya cicilan yang harus dia bayar dan kebutuhan keluarga.

"Sampai akhirnya aku ngerasa, 'bentar, ini aku mati-matian kerja jadi dokter, udah satu bulan ngos-ngosan, enggak ada waktu hampir 24 jam, tapi cicilan enggak nutup,'" ungkapnya.

"Itu baru mulai mikir. Kek aku agak mikir," imbuhnya.

Indah baru tahu bahwa dari profesinya sebagai dokter, dia hanya dibayar Rp 2.000 per pasien BPJS dan Rp 5.000 per pasien umum.

"Kecuali ada pasien kecelakaan, aku harus jahit di tempat," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved