Rabu, 22 April 2026

Trump Ancam Tarif 32 Persen, Ekspor Jawa Barat Terancam Anjlok

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan surat ancaman kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan tarif impor baru. 

Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
freepik
ILUSTRASI IMPOR - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan surat ancaman kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan tarif impor baru.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan surat ancaman kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan tarif impor baru. 

Dalam surat tertanggal 7 Juli 2025 itu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk Indonesia jika RI “berani melawan” kebijakan perdagangan AS.

Ancaman itu bukan isapan jempol. Tarif setinggi itu diprediksi akan langsung menghantam ekspor unggulan Indonesia ke AS seperti elektronik, tekstil rajutan, dan alas kakisemuanya adalah sektor padat karya yang menopang jutaan tenaga kerja.

“Ekspor terbesar Indonesia ke AS itu di antaranya barang elektronik, tekstil, dan alas kaki. Kalau dikenakan tarif 32 persen, dampaknya akan sangat serius,” ujar ekonom Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, kepada Tribunjabar.id, Selasa (8/7/2025). 

Baca juga: Tarif Trump, Indonesia Perlu Bangun Koalisi Diplomasi Ekonomi dengan Negara-negara Mitra Strategis

Ancaman tarif impor AS datang di saat ekspor Jawa Barat sedang tumbuh positif. Data terbaru menunjukkan, nilai ekspor Jawa Barat pada periode Januari-Mei 2025 mencapai USD 15,40 miliar, naik 2,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Ekspor nonmigas tercatat USD 15,29 miliar atau naik 2,95 persen. Sementara ekspor migas justru menurun 13,35 persen ke angka USD 117,66 juta.

Namun secara bulanan, ekspor Jawa Barat pada Mei 2025 menurun. Total ekspor turun 0,41 persen menjadi USD 3,33 miliar, dengan ekspor nonmigas juga melemah 0,71 persen ke USD 3,29 miliar dibandingkan Mei 2024.

“Amerika Serikat adalah salah satu mitra dagang utama bagi Jawa Barat, terutama untuk produk-produk manufaktur. Kalau pasar AS tertutup, ekspor kita bisa anjlok. Padahal Jawa Barat adalah penyumbang ekspor terbesar nasional,” ujarnya.

Saat ini, neraca perdagangan luar negeri Jawa Barat masih surplus USD 10,39 miliar selama Januari-Mei 2025.

Dari sisi volume, juga terjadi surplus 1,59 juta ton. Namun, jika tarif ekspor diberlakukan oleh AS, maka surplus ini bisa cepat terkikis.

“Jadi ini sangat berpotensi mengganggu posisi neraca perdagangan kita dan secara otomatis berkaitan dengan kondisi nilai tukar," imbuhnya. 

Menurut Acuvuarta, industri tekstil, rajutan, dan alas kaki adalah sektor padat karya yang bisa langsung terdampak tarif tinggi.

“Kalau usaha terganggu, dampaknya langsung ke buruh. Gelombang PHK tak terelakkan,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti bahwa kebijakan Trump bisa kontraproduktif dengan langkah pemerintah yang baru saja merelaksasi impor alas kaki beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved