Rabu, 20 Mei 2026

Komisi V DPRD dan FKSS Jabar Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Kebijakan KDM soal Rombel

Komisi V DPRD menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Kepala SMA Swasta (FKSS) Jabar. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Komisi V, Gedung DPRD.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
PERTEMUAN TERTUTUP - Komisi V DPRD menggelar pertemuan tertutup dengan FKSS Jabar di ruang rapat Komisi V, Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (7/7/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi V DPRD menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Kepala SMA Swasta (FKSS) Jabar. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Komisi V, Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (7/7/2025).

Dalam pertemuan itu dibahas kebijakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, soal penambahan rombongan belajar (rombel) untuk sekolah SMA/SMK dari 36 menjadi maksimal 50. 

Pertemuan ini semula dijadwalkan pukul 10.00 WIB, namun tiba-tiba diundur menjadi pukul 14.00 WIB. 

Sejumlah wartawan yang hendak meliput tidak diperkenankan masuk. 

"Kata pimpinan, nanti saja, setelah pertemuan selesai," ujar satu staf di Kantor DPRD Jabar, Senin.

Menurut pantauan, rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi V dan diikuti sejumlah anggotanya. 

Diminta tingkatkan fasilitas

Sebelumnya, FKSS Jawa Barat diminta fokus meningkatkan layanan dan fasilitas sekolahnya masing-masing ketimbang ribut menolak kebijakan penambahan siswa dalam rombongan belajar (rombel).

Anggota Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad, mengatakan, penambahan itu tak akan membuat sekolah swasta kekurangan murid.

Menurutnya, FKKS Jabar juga terlalu berlebihan sampai membuat surat terbuka ke presiden hanya karena ketakutan kehabisan murid. 

“Kalau sekolahnya bagus kan orang datang. Walaupun di pinggir gunung, misalnya, orang tetap akan datang. Jadi, lebih baik fokus ke peningkatan kualitas daripada mempersoalkan ini. Menurut saya, sekolah swasta sekarang harus introspeksi diri,” kata Hasbullah, Kamis (3/7/2025).

Baca juga: Enggak Mungkin Bangun Sekolah Hari Ini Besok Jadi, Komisi V DPRD Jabar Dukung Penambahan Rombel

Sekarang, kata dia, tinggal bagaimana sekolah swasta menyesuaikan dengan zaman. Menurutnya, sekolah swasta harus punya ciri khas dan kelebihan sebagai daya tarik.

“Misalnya ekstrakurikulernya bagus, siswa baru akan datang dengan sendirinya. Tapi kalau kualitasnya jauh, memang kan ada kekhawatiran, apalagi sekolahnya jelek, fasilitasnya tidak memadai, gurunya sedikit ya orang kan enggak mau sekolah di situ,” ucapnya.

Meski sekolah negeri menambah jumlah siswa dalam rombel menjadi 50, menurutnya, sekolah-sekolah swasta juga tidak akan mati karena populasi penduduk di Jawa Barat hampir 50 juta.

“Dengan jumlah sekolah negeri yang ada, belum bisa kita melayani pendidikan di Jawa Barat dan tidak mungkin itu akan diambil oleh sekolah negeri semua,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved