Anak Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Purwakarta Nangis Saat Jumpa Orang Baru, Alami Trauma

Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta, Tri Muhammad Hani, mengungkap kondisi anak korban kekerasan oleh ayah kandungnya di Kecamatan Cibatu.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Deanza Falevi
JENGUK KORBAN - Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardiansyah, saat menjenguk anak korban kekerasan oleh ayah kandungnya sendiri di RSUD Bayu Asih, Purwakarta, Senin (7/7/2025). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta, Tri Muhammad Hani, mengungkap kondisi anak korban kekerasan oleh ayah kandungnya di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta.

Dia mengungkap, saat datang, U yang berusia 22 bulan dalam kondisi trauma berat.

"Setiap kali melihat orang langsung menangis, terutama saat disentuh oleh petugas medis," kata Hani kepada Tribunjabar.id di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Senin (7/7/2025).

Hani mengatakan, penanganan awal dilakukan oleh tim dokter spesialis anak yang berkolaborasi dengan dokter bedah.

Dugaan awal, kata dia, adanya trauma pada bagian perut akibat diinjak oleh ayah kandungnya sendiri.

"Karena dalam video yang beredar itu, sang anak diinjak dan juga ada yang dipukul bahkan badannya diangkat lalu diterbalikkan dengan posisi kepala di bawah, dikhawatirkan itu ada luka dalam," katanya. 

Baca juga: Ayah di Purwakarta Aniaya Anak Secara Sadar, Jadi Tersangka, Terancam Mendekam di Penjara 10 Tahun

Namun, setelah pemeriksaan menyeluruh, hasilnya menunjukkan organ dalam korban tidak mengalami kerusakan.

Pemeriksaan lebih lanjut sempat mengarah pada kemungkinan tulang rusuk retak, namun hasilnya nihil. 

Justru, kata dia, yang ditemukan adalah kondisi paru-paru yang menunjukkan gejala penyakit ringan seperti flek, tetapi tidak memerlukan pengobatan rutin.

Yang sempat menjadi sorotan adalah temuan bekas luka menyerupai sundutan rokok pada tubuh korban. 

"Kami sudah konsultasi ke dokter spesialis kulit, dan hasilnya itu bekas luka lama. Tidak membahayakan secara medis," kata Hani.

Hani mengatakan, korban sudah menunjukkan perkembangan positif. "Hari ini kondisinya relatif tenang. Kemarin masih sangat takut terhadap orang asing, tapi sekarang sudah lebih stabil," ucapnya.

Korban, kata dia, tinggal menunggu satu pemeriksaan terakhir dari dokter psikiatri. Jika hasilnya dinyatakan aman, korban bisa diperbolehkan pulang hari ini dan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial, khususnya tim psikolog anak.

"Insyaallah hari ini bisa pulang, dan penanganan selanjutnya akan diambil alih oleh Dinas Sosial. Kami juga terus berkoordinasi untuk memastikan anak ini mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak," kata Hani.

Baca juga: UPDATE Kondisi Balita di Purwakarta yang Jadi Korban Kekerasan Ayah Kandung, Diungkap Kapolres

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved