Berita Viral
Cerita Dika Tariannya di Pacu Jalur Viral Jadi Tren Aura Farming, Nasibnya Muju Dapat Rezeki Nomplok
Inilah cerita bocah bernama Rayyan Arkandika alias Dika yang tariannya di Pacu Jalur viral dan jadi sorotan warganet dunia, kini bernasib mujur
TRIBUNJABAR.ID - Siapa sangka bocah bernama Rayyan Arkandika alias Dika ini mendadak jadi sorotan warganet dunia.
Hal ini lantaran video tarian di Pacu Jalur viral jagat maya hingga memukau warga dunia.
Kini, tarian di Pacu Jalur itu juga dijuluki sebagai tren aura farming.
Setelah viral, kini nasib mujur pun menghampiri Dika.
Baca juga: Sosok Rayyan, Bocah Pacu Jalur Kuansing Viral Mendunia karena Tren "Aura Farmin", Ikuti Jejak Ayah
Diberitakan sebelumnya, viralnya sosok Dika sebagai bocah aura farming bocah itu memukai pesepakbola dunia hingga diikuti warga Dunia.
Secara khusus, pemain klub sepakbola PSG dan AC Milan pun mengikuti tren tarian Dika.
Bahkan Neymar pun turut menjadi tarian Dika dalam selebrasinya saat pertandingan.
Lantaran hal tersebut, sosok Dika dikenal dunia alias go internasional.
Belakangan terungkap siapa sosok Dika sebenarnya.
Usut punya usut, Dika merupakan putra daerah asli dari Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Video Dika yang menari di atas perahu Pacu Jalur merupakan momennya saat mengikuti perlombaan tahun lalu.
Ternyata di video yang viral ditonton warga dunia itu merupakan momen perdana Dika mengikuti lomba Pacu Jalur sebagai penari.
Pacu Jalur nasional yang diikuti Dika tahun 2024 itu diselenggarakan di Tepian Narosa, Kuantan Singingi, Riau.
Sadar dirinya viral, Dika pun malu-malu mengurai tanggapan.
Bocah usia sekolah dasar itu mengaku memang menggemari tarian sejak kecil.
Untuk seluruh gerakan tariannya saat mengikuti Pacu Jalur, Dika mengaku tidak ada yang mengajari.
Selama ini Dika mengembangkan gerakan tariannya secara otodidak alias belajar sendiri.
"Enggak (ada yang ngajarin). Belajar sendiri, enggak ada lihat video," ujar Dika, dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV, Minggu (6/7/2025).
Aksinya viral hingga disorot pesepakbola dunia, Dika semringah.
Namun diungkap Dika, ia cuma ingin menjadi penari saja sejak kecil, tak lebih.
Selain belajar menari, Dika juga harus belajar menyeimbangkan tubuhnya di atas perahu.
Sebab Dika harus berdiri seimbang sambil menari saat perahu Pacu Jalur dikemudikan dengan kencang.
"Senang (jadi anak tari), cita-cita aja pengin tari," akui Dika.
Bakat Dika dalam menari di Pacu Jalur nyatanya tak lahir begitu saja.
Baca juga: Viral Sosok Mang Deni, Pedagang Cimin di Majalengka yang Bagi-bagi Gratis untuk Siswa Berprestasi
Diakui ibunda Dika, Ridawati, putranya memang gemar Pacu Jalur karena ayahnya pun menekuni olahraga mendayung tersebut.
Namun berbeda dengan sang ayah, Dika memilih untuk jadi penari di atas perahu Pacu Jalur.
Sosok putranya viral hingga disorot dunia, Ridawati mengaku senang.
Diungkap Ridawati, ia tidak menyangka bahwa yang viral terkait Pacu Jalur itu adalah anaknya.
Sebab diakui Ridawati, banyak bocah juga yang menjadi penari di Pacu Jalur.
"Senang dan enggak nyangka lah, soalnya dari sekian banyak tukang tari kan, kenapa harus Dika," imbuh Ridawati.
Buah dari keviralannya, Dika dapat rezeki nomplok.
Ternyata gara-gara video tariannya viral, keluarga Dika sampai dihubuni pihak dari Dubai dan Jerman.
Dua negara tersebut mengajak Dika untuk berkolaborasi.
"Sejauh ini sudah ada, tapi belum datang ke rumah, baru berhubung. Kemarin dari Dubai sama Jerman," akui Ridawati.
Tak hanya itu, pihak dari Dubai dan Jerman juga mengaku hendak mengenal lebih dalam budaya Pacu Jalur di Kuantan Singingi.
"Mau ketemu langsung sama Dika, terus mau lebih tahu lagi budaya Singingi, budaya Pacu Jalur," sambungnya.
Tanggapan pemerintah
Sementara itu keviralan Dika di mata dunia berkat Pacu Jalur turut disorot oleh pemerintahan daerah.
Kepala dinas pariwisata Provinsi Riau, Roni Rahmat tampak bersyukur saat mengetahui sosok Dika viral.
"Alhamdulillah, ini keberkahan Dika. Sebenarnya Dika lain banyak, cuma Tuhan memberikan anugerah ke dia mungkin, karena dia yang viral. Karena 200 lebih jalur yang ikut setiap tahun, itu punya Dika lainnya. Alhamdulillah rezeki orang siapa yang tahu," ungkap Roni Rahmat.
Adapun terkait olahraga Pacu Jalur, Roni menjelaskan secara singkat.
Ternyata olahraga Pacu Jalur sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Riau.
"Ini sejak tahun 1700-an, sejak zaman Belanda untuk memeriahkan ulang tahun ratu Wilhelmina, diteruskan setiap merayakan ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia, habis 17 Agustus, diadakan Pacu Jalur, sampai sekarang setiap tahun, tahun ini tanggal 20-24 Agustus akan diselenggarakan Pacu Jalur," pungkas Roni Rahmat.
Perihal rincian olahraga Pacu Jalur, Roni mengurai penjelasan.
Bahwa olahraga Pacu Jalur cuma boleh diikuti oleh warga lokal yang rumahnya dialiri Sungai Kuantan.
"Pacu Jalur ini adalah lomba jalur yang diadakan dan ini yang ikut adalah jalur-jalur yang berasal dari desa-desa yang dilewati aliran sungai Kuantan atau Indragiri, itu yang diperbolehkan. Di Kabupaten Kuantan Singingi ada yang tidak dialiri sungai, tidak boleh ikut. Bukan negara mana ikut, tapi warga lokal desa tersebut," imbuh Roni.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kisah Dika Tariannya di Pacu Jalur Pukau Warga Dunia, Dapat Rezeki Nomplok Usai Aura Farming Viral
Viral Pemilik Toko Online Curhat Barang Returan Diduga Dijual Oknum Kurir Ekspedisi, J&T Buka Suara |
![]() |
---|
Viral, Restoran Mie Gacoan Digeruduk Polisi Cari Pendemo DPR saat Ricuh, Karyawan & Pelanggan Kesal |
![]() |
---|
Sosok Moh Zaini, Pria yang Rela Bayar Rp2,5 Juta Demi Rasakan Naik Keranda, Tubuh Dibalut Kain Kafan |
![]() |
---|
Nasib Lurah Manggarai Selatan Dikira Anggota DPR, Sidik Diamuk Massa Demo hingga Rugi Rp 60 Juta |
![]() |
---|
Viral Warga Serang Rumah Terduga Penculik Anak di Susukan Cirebon, Bambu 'Melayang' ke Polisi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.