Kisah Nyata Bocah Diasuh Anjing, Hanya Bisa Menggonggong Meski Sudah Berusia 8 Tahun

Bocah 8 tahun tersebut ditemukan hidup di lingkungan yang dipenuhi dengan narkoba, Senin 30 Juni 2025.

Penulis: ravi tribun | Editor: Ravianto
khaosod english
BOCAH ANJING - Petugas saat mendatangi rumah bocah 8 tahun yang hanya bisa menggonggong saat berkomunikasi, 30 Juni 2025. Lokasi bocah itu tinggal ada di zona merah narkoba di Distrik Lap Lae, Provinsi Uttaradit, Thailand. 

TRIBUNJABAR.ID, BANGKOK - Kisah nyata bocah diasuh anjing terjadi di Thailand.

Kabar bocah 8 tahun itu hidup dengan asuhan anjing itu membuat gempar seluruh Thailand.

Betapa tidak, bocah 8 tahun yang tak disebutkan namanya itu hanya bisa berkomunikasi dengan cara menggonggong, demikian laporan dari otoritas setempat, pekan ini.

Bocah 8 tahun tersebut ditemukan hidup di lingkungan yang dipenuhi dengan narkoba, Senin 30 Juni 2025.

Tempat tinggal bocah itu diketahui ada di Distrik Lap Lae, Provinsi Uttaradit, Thailand.

BOCAH diasuh anjing di thailand
BOCAH DIASUH ANJING - Petugas saat mendatangi rumah bocah 8 tahun yang hanya bisa menggonggong saat berkomunikasi, 30 Juni 2025. Lokasi bocah itu tinggal ada di zona merah narkoba di Distrik Lap Lae, Provinsi Uttaradit, Thailand.

Petugas saat itu menemukan dia tinggal di rumah panggung satu lantai yang terbuat dari kayu.

Di rumah itu sebenarnya ada ibu, 46 tahun dan saudara kandungnya yang berusia 23.

Bocah itu diduga terlantar karena ibu dan kakaknya kecanduan narkoba karena saat dites, keduanya positif obat-obatan terlarang.

Petugas mengatakan keluarga tersebut dijauhi tetangga karena perilakunya sementara sang bocah tak lagi bersekolah.

Sang bocah hanya bergaul dengan 6 ekor anjing peliharaan dan tak pernah berteman dengan manusia.

"Dia tak bisa bicara, hanya menggonggong, sungguh menyedihkan," kata Paveena Hongsakul, seorang aktivis yang memimpin penyelamatan sang bocah bersama polisi lokal.

Bocah laki-laki tersebut tidak pernah merasakan pendidikan, meski itu hanya di Taman Kanak-Kanak atau TK. 

Dia disebut sempat mengunjungi sekolah dasar bersama ibunya ketika masuk kelas 1.

Namun itu hanya terjadi 1 hari karena setelah itu, sang bocah tidak pernah lagi masuk sekolah.

Sang ibu sebetulnya mendapatkan dana dukungan pendidikan sebesar 400 baht atau sekitar Rp 200.000 dari pemerintah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved