Tak Perlu Tambah Rombel, FKSS Jabar Pastikan Sekolah Swasta Bisa Bantu Cegah Anak Putus Sekolah
Siswa dari keluarga kurang mampu diniali tidak tertampung di sekolah negeri dapat disalurkan ke sekolah swasta, kemudian dibiayai oleh Pemprov Jabar.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat memastikan sekolah swasta siap berkontribusi untuk mencegah anak putus sekolah.
Karenanya, FKSS Jawa Barat menolak keras rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk menambah jumlah rombongan belajar (rombel) dari 36 siswa menjadi 50 siswa.
Ketua FKSS Jawa Barat, Ade D Hendriana, mengatakan, selama ini Pemprov Jawa Barat berasalan menambah jumlah rombel di sekolah negeri untuk mencegah anak putus sekolah.
Baca juga: DPRD Jabar Minta FKSS Tingkatkan Kualitas dan Layanan Sekolah Daripada Ributkan Penambahan Rombel
Padahal, menurut dia, siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat disalurkan ke sekolah swasta, kemudian dibiayai oleh Pemprov Jabar.
"Apa salahnya anak-anak kurang mampu disalurkan ke sekolah swasta dan dibiayai pemerintah, kan, sekolah swasta juga bisa berkontribusi mencegah anak putus sekolah," ujar Ade D Hendriana saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (4/7/2025).
Ia mengatakan, Jawa Barat bukan termasuk daerah berkategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta jumlah sekolah swastanya pun cukup banyak yang diyakini siap membantu pemerintah mencegah anak putus sekolah.
Pihaknya memastikan, 1.300-an sekolah swasta yang tergabung dalan FKSS Jawa Barat siap menerima siswa kurang mampu yang dibiayai pemerintah untuk mendukung program pencegahan anak putus sekolah.
"Kalau perlu pemerintah membuat kesepakatannya, dan kami meyakini sekolah swasta siap, karena tidak hanya sekolah negeri yang bisa berpartisipasi mencegah anak putus sekolah, (sekolah) swasta juga bisa," kata Ade D Hendriana.
Baca juga: Fortusis Sebut Penambahan Rombel SMA/SMK Langgar 2 Aturan, Dedi Mulyadi: Saya Tanggungjawab
Ade menyampaikan, pemerintah pun tinggal menyerahkan anggaran yang telah disiapkan untuk membiayai siswa kurang mampu ke sekolah swasta, sehingga tidak perlu menambah rombel di sekolah negeri.
Ia mengakui, langkah tersebut selain mencegah anak putus sekolah turut menghidupkan sekolah swasta yang pada pelaksanaan SPMB tahun ini masih kekurangan siswa baru.
"Misalnya, pemerintah menganggarkan Rp 3,5 juta untuk membiayai siswa kurang mampu di sekolah negeri, kan, tinggal diserahkan ke sekolah swasta juga selesai, saya yakin sekolah swasta siap," ujar Ade D Hendriana.
Baca juga: PILU SMA di Pelosok Garut Baru Terima 13 Siswa, Kini Diperparah Aturan Rombel, Sekolah Menjerit
Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS)
rombongan belajar (rombel)
Pemprov Jawa Barat
putus sekolah
Ade D Hendriana
sekolah negeri
sekolah swasta
Polemik Rombel di Jabar Berakhir Damai, Pemerintah Akhirnya Libatkan Sekolah Swasta dalam PPDB |
![]() |
---|
FKSS Jabar Bakal Cabut Gugatan terhadap Dedi Mulyadi Soal Rombel |
![]() |
---|
Forum Sekolah Swasta Tolak Permintaan Disdik Jabar untuk Cabut Gugatan, Singgung Dugaan Intimidasi |
![]() |
---|
15 FKSS Cabut Gugatan Pergub PAPS ke PTUN, Ketua FKSS Jabar Pastikan Tak Berpengaruh |
![]() |
---|
Mediasi Gugatan Keputusan Gubernur Jabar Soal PAPS ke PTUN Digelar, FKSS dan BMPS Dijadwalkan Hadir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.