Perjalanan Lima Tahun Silmi Jadi Barista: Dulu Hanya Anggap Kerjaan, Kini Jadi Ruang Bertumbuh

Perjalanan Silmi di dunia kopi tidaklah instan. Lima tahun lalu, ia tak pernah membayangkan akan berdiri di panggung kompetisi seperti hari ini.

tribunjabar.id / Putri Puspita Nilawati
BARISTA - Silmi saat berkompetisi di Kopi Festival Indonesia yang diadakan di 23 Paskal Bandung. 

“Aku suka ditanya targetnya apa tahun ini ? Itu memicu aku untuk punya arah, dan ketika ditawarin ikut kompetisi, ya aku anggap itu tantangan dan kesempatan,” ucapnya.

Setelah bergabung di Fugol, Silmi pun menyadari satu hal penting, bahwa setiap orang punya resep manual brew sendiri.

Selama ini, ia hanya memegang satu resep standar yang tak pernah diubah.

Tapi di Fugol, ia melihat barista lain punya pendekatan berbeda. Saat ia mencicipi seduhan temannya, rasanya sangat berbeda, dan itu jadi titik balik.

“Aku baru tahu ternyata rasa kopi bisa keluarin rasa kayak brown sugar, orange, bahkan berries. Dulu aku cuma pakai satu resep pembuatan dan rasanya selalu sama,” tuturnya.

Ia pun mulai belajar lebih dalam mulai dari karakter biji kopi, suhu air, grind size, sampai teknik pouring, semuanya diulang dari awal, meski sudah lima tahun bekerja sebagai barista.

“Rasanya kayak terlambat tahu. Ilmu yang harusnya bisa aku pelajari dari dulu, baru aku kejar sekarang,” kata dia.

Meski masih ada stereotip bahwa barista perempuan hanya pemanis di balik bar, Silmi memilih membuktikan sebaliknya. Ia percaya bahwa kemampuan tak ditentukan oleh gender, tapi kemauan untuk belajar.

“Di Fugol, cewek itu enggak dinilai dari wajah manis, tapi dari kemauan belajar. Cewek juga diprioritaskan karena dianggap lebih terorganisir dan cepat belajar,” katanya.

Ia mengakui, butuh keberanian untuk tampil di kompetisi dan membuka diri terhadap dunia perkopian yang lebih luas.

Tapi justru dorongan dari lingkunganlah yang membuatnya akhirnya bisa berdiri di panggung Kopi Festival Indonesia.

Kini, setelah pengalaman pertamanya di kompetisi, Silmi merasa semakin terhubung dengan dunia kopi. Ia berharap bisa terus berkembang, mengikuti tren dan teknik terbaru, serta membawa nama Fugol Coffee lebih dikenal luas.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved