Minggu, 19 April 2026

Dua Nelayan Pencari Lobster di Perairan Pangandaran Hilang Dihantam Ombak saat Melaut

Perahu nelayan dihantam ombak di perairan Blok Batu Kipas, kawasan cagar alam yang berada di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ dok Sakio
DUA NELAYAN HILANG - Suasana persiapan SAR Barakuda Pangandaran melakukan pencarian dua nelayan yang hilang di perairan Blok Batu Kipas, kawasan cagar alam yang berada di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran, pada Sabtu (28/6/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Pangandaran kembali memakan korban. 

Sebuah perahu nelayan dihantam ombak di perairan Blok Batu Kipas, kawasan cagar alam yang berada di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran, pada Sabtu (28/6/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam insiden itu, satu orang berhasil selamat dan dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Korban selamat bernama Megi Mustofa (27), warga Dusun Kamurang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Baca juga: Perahu Nelayan Tanpa Awak Terdampar di Pantai Timur Pangandaran, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Dua korban yang masih dalam pencarian yakni Yadi Atma (54), ayah Megi, dan Yogi Mustofa (20), adik Megi. Ketiganya masih satu keluarga.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, mengatakan, awalnya tiga nelayan yang merupakan satu keluarga ini berangkat melaut sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan perahu tradisional (katir) untuk mencari udang karang atau lobster. 

Namun sekitar pukul 16.00 WIB, mesin perahu yang ditumpanginya sempat mengalami kerusakan di dekat area bagang. Setelah diperbaiki dan kembali beroperasi, mereka melanjutkan aktivitas memasang jaring.

"Saat hendak memasang jaring kedua di sekitar perairan Batu Bodas, mesin perahu kembali mengalami kendala dan terlepas, sehingga kapal kehilangan kendali," ujar Sakio di PPI Cikidang Pangandaran, Minggu (29/6/2025) pagi. 

Kemudian satu dari mereka berinisiatif berenang menarik perahu dengan tambang yang diikat di pinggang. "Tapi arus lautnya yang kuat membuat mereka terpisah," katanya.

Setelah berhasil mencapai daratan dan mengikat perahu ke batu karang, Megi mencoba mencari dua keluarganya.

"Tapi, karena kondisi sudah gelap dan cuaca buruk, Megi memutuskan kembali melalui jalur darat," ucap Sakio.

Dalam perjalanan, kemudian Megi bertemu seorang warga dan segera melapor kejadian tersebut ke Tim SAR Barakuda, dan diteruskan Pos AL Pangandaran, dan Satpolairud Polres Pangandaran

Kini, tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan perahu jukung dan juga menyusuri hutan kawasan BKSDA.

Baca juga: Satu Rumah di Kota Bandung Ambruk karena Cuaca Ekstrem, Farhan Minta Warga Waspada Perubahan Cuaca

Sementara lokasi koordinat kejadian yaitu berada di titik -7°43'56,437" LS dan 108°40'43,976" BT. 

"Saat ini, pencarian dua nelayan masih terus dilakukan. Kita, SAR Barakuda pun sedang melakukan penyisiran," ujarnya. *

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved