4 Pulau di Anambas Dijual
4 Pulau di Kepulauan Anambas Dijual secara Online, Ini Respon Kemendagri
Diketahui situs yang menjual pulau-pulau kecil di Anambas itu beralamat di Kanada.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pulau-pulau kecil di Anamba, Riau dijual di situs oline privateislandonline.
Tak tanggung, empat pulau kecil sekaligus yang dijual.
Keempat pulau kecil yang dijual di situs online itu adalah Pulau Rintang, Tekongsendok, Lakok, dan Mala.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyebutkan, tidak ada regulasi yang membolehkan seseorang atau personal memilik pulau secara keseluruhan.
"Tidak ada pulau yang bisa dimiliki secara prbadi keseluruhan, ada batasan undang-undang maksimal 70 persen," kata Bima Arya di Lapangan Parade IPDN Jatinangor, Sumedang, Senin (23/6/2025).
Akan tetapi, aturan membolehkan lahan disewakan.
Meski dalam penyewaan itu ada aturan pula yang harus ditaati.
"Kami akan inventarisir hal-hal wilayah yang harus kita jaga, payung regulasi dan juga kepemilikannya," katanya.
Sebelumnya publik dikejutkan dengan kemunculan iklan penjualan empat pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang muncul di situs asing privateislandonline.com.
Unggahan yang diberi judul "Island Pair in Anambas Indonesia" tersebut menampilkan foto-foto udara dua pulau tropis lengkap dengan deskripsi lokasi dan potensi investasi.
Pulau-pulau ini disebutkan belum memiliki nama lokal dalam iklan tersebut, dan ditawarkan melalui kepemilikan saham oleh dua perusahaan yang sedang mengurus status penanaman modal asing (PMA).
Situs menyatakan bahwa lahan dapat dikembangkan menjadi resor ekowisata dan memberikan akses udara, laut, hingga pendaratan pesawat amfibi.
Meskipun tidak mencantumkan harga, situs itu membuka ruang penawaran sesuai permintaan (price upon request).
CEO Private Islands Inc, Chris Krolow, dalam situsnya menulis bahwa tujuan situs ini adalah membantu klien memiliki "tempat perlindungan" yang jauh dari hiruk-pikuk dunia. Pulau-pulau di Anambas disebut ideal untuk itu.(*)
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
| Harga LPG Non-Subsidi di Bandung Naik Mendadak! Tabung 12 Kg Kini Tembus Rp228 Ribu |
|
|---|
| Hasil Babak I Persib vs Dewa United: Maung Bombardir, Sayang Ada Gol Kontroversial |
|
|---|
| Viral Tendangan Brutal Fadly Alberto ke Pemain Dewa United di EPA, Pengamat: Jangan Ditoleransi |
|
|---|
| Polemik Spanduk 'Tuyul Dilarang Masuk' di Cipedes Berakhir, Warga Kebon Kembang Sepakat Turunkan |
|
|---|
| Babak Pertama Persib Ketinggalan oleh Assist 'Haram', VAR Lambat Wasit Tidak Cek Monitor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Satu-di-antara-foto-pulau-di-Kepulauan-Anambas-Provinsi-Kepulauan-Riau.jpg)