Kota Bandung Menata Ulang Ruang Terbuka, dari Sekadar Estetika Jadi Ruang Hidup Warga
Pemerintah Kota Bandung baru mampu memenuhi sekitar 12 hingga 12,5 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari total luas wilayah kota.
Penulis: Nappisah | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Kota Bandung terus berupaya menata ulang wajah ruang terbuka hijaunya. Bukan hanya sebagai pemanis kota, melainkan menjadi ruang hidup yang memberi manfaat ekologis, sosial, sekaligus kesehatan bagi warganya.
Sejauh ini, Pemerintah Kota Bandung baru mampu memenuhi sekitar 12 hingga 12,5 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari total luas wilayah kota.
Angka itu masih jauh dari amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang menetapkan minimal 30 persen luas wilayah kota harus menjadi RTH.
Baca juga: Pemkot Bandung Menata Sumber Mata Air Cilameta Jadi Ruang Terbuka Hijau
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemkot untuk terus memperluas dan merevitalisasi ruang terbuka.
Salah satu kawasan anyar ruang terbuka hijau ialah Taman Lost City Maleer.
Jika sebelumnya kawasan sempadan sungai identik dengan lahan kumuh, kini taman tersebut menjadi tempat berkumpul, bermain, hingga memperkuat interaksi antarwarga.
Rian (38), warga RW 12 Kelurahan Maleer, mengaku hampir setiap sore datang ke taman ini bersama anak-anaknya.
"Sekarang sore hari jadi lebih ramai. Anak-anak bisa main basket, kami bisa duduk-duduk santai. Udara juga jadi lebih bersih," ujarnya, saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Sabtu (14/6/2025).
Lebih dari sekadar tempat rekreasi, taman ini juga menjadi ruang ekspresi seni. Kawasan ini dengan lukisan mural di dinding rumah warga sekitar, memberikan identitas visual yang unik.
Namun, warga juga sadar bahwa keindahan taman ini harus dijaga bersama. Potensi kerusakan akibat vandalisme dan sampah masih menjadi ancaman jika kesadaran kolektif tidak terus dibangun.
"Kalau semua warga mau ikut menjaga, taman seperti ini akan jadi warisan buat anak cucu kita," tambah Rian.
Menurutnya, ruang terbuka hijau bisa berfungsi optimal jika dikelola dengan semangat gotong royong. Tak sekadar ruang kosong, taman seperti Lost City Maleer tumbuh menjadi warna baru dalam aktivitas mereka.
Inovasi Penataan Ruang Publik di Sempadan Sungai
Di tengah padatnya kawasan Maleer, Batununggal, Pemerintah Kota Bandung mempersembahkan wajah baru ruang terbuka publik yang memanfaatkan sempadan Sungai Cikapundung.
Baca juga: Polusi Udara Landa Kota Besar, Pemkot Bandung Akan Tambah Ruang Terbuka Hijau, Termasuk Wetland Park
| Bandung Siaga Kurban 2026: Pengawasan Ketat Hewan dan Lokasi Penjualan, Libatkan Unpad dan Tel-U |
|
|---|
| Bersinergi dengan KDM, Farhan Perluas Sasapu Bandung ke 181 Titik: Camat dan Lurah Turun Subuh |
|
|---|
| Razia Parkir Liar Gencar di Kawasan Wisata dan Pusat Kota Bandung, Puluhan Kendaraan Ditindak |
|
|---|
| Tokoh Agama di Bandung Tekankan Pencegahan Konflik Keyakinan Demi Keutuhan Bangsa |
|
|---|
| Kritik Tajam Rencana Penyatuan Gedung Sate-Gasibu: Pakar ITB Sebut 'Egoisme Pemimpin' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kota-Bandung-terus-berupaya-menata-ulang-wajah-ruang-terbuka-hijaunya.jpg)