Jumat, 15 Mei 2026

Idul Adha 2025

Momen Wakil Wali Kota Bandung Jadi Jagal, Sembelih Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,2 Ton

Tidak ada rasa tegang dari wajah Erwin saat mendapat amanah untuk menyembelih sapi kurban milik Presiden Prabowo

Tayang:
Istimewa/ dok Diskominfo Kota Bandung
POTONG KURBAN - Waki Wali Kota Bandung, Erwin saat memotong sapi kurban, Sabtu (7/6/2025) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin tampak semangat ketika menyembelih sapi kurban Presiden Prabowo Subianto dan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada hari tasyrik kedua Idul Adha, Sabtu (7/6/2025).

Tidak ada rasa tegang dari wajah Erwin saat mendapat amanah untuk menyembelih sapi kurban orang nomor satu di Indonesia dan nomor satu di Kota Bandung itu, tetapi dia justru terlihat tenang dan riang gembira.

Sebelum menyembelih hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom tersebut, pekerja melumpuhkan sapi itu. Lalu, Erwin membaca doa sambil memegang golok dan leher sapi hingga akhirnya penyembelihan ini dilakukan dengan mudah.

Baca juga: Warga Jampangtengah Sukabumi Sumringah Iduladha Kali Ini Dapat Dua Sapi Kurban

"Alhamdulillah, di hari tasyrik ini saya dipercaya untuk menyembelih sapi kurban dari Presiden kita, Bapak Prabowo, dan dari Wali Kota kita, Muhammad Farhan," ujar Erwin sesuai penyembelihan hewan kurban.

Selama ini, Erwin memang bukan pemain baru dalam hal menyembelih hewan kurban tersebut. Sebab, ia telah terbiasa melakukan penyembelihan sejak menjadi Ketua RW hingga menjadi anggota DPRD Kota Bandung.

Namun bagi Erwin penyembelihan di RPH Ciroyom terasa istimewa karena sapi Presiden yang harus disembelih itu berbobot 1,2 ton, sehingga hewan kurban ini merupakan terbesar yang pernah ia sembelih selama Idul Adha.

"Baru kali ini saya menyembelih sapi sebesar ini, apalagi dudukannya goyang, saya sempat khawatir kalau copot bisa bahaya. Tapi Alhamdulillah lancar," katanya.

Erwin juga membagikan tips teknis menyembelih secara halal dan sesuai syariat. Menurutnya, untuk sapi penting  memutus urat di sekitar kerongkongan dengan benar agar hewan benar-benar mati dan dagingnya tidak bau.

"Ada tekniknya, sapi itu lima jari dari leher, dan harus tahu urat mana yang wajib diputus. Selain itu, harus sembelih saat hewan mengembuskan napas agar daging tidak amis," ucap Erwin.

Menurutnya, penyembelihan hewan kurban itu bukan sekadar proses memotong daging, tetapi manifestasi dari ketakwaan dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT.

"Kurban bukan hanya soal daging atau darah. Allah tidak memerlukan itu. Yang Allah kehendaki adalah ketakwaan kita, pengingat akan nilai-nilai keimanan, dan semangat berbagi," ujarnya.

Baca juga: Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Cianjur Panas, Warga Saling Dorong, Bisa Dilerai Petugas

Menurutnya, darah hewan kurban yang mengalir ke tanah merupakan simbol penghapusan dosa bagi orang yang berkurban, sehingga ia pun berharap kurban dari Presiden dan Wali Kota Bandung bisa menjadi sarana untuk pengampunan serta keberkahan.

"Mudah-mudahan dagingnya berkah dan yang kurban selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan," kata Erwin.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved