Alhamdulillah, Petani Tembakau di Sumedang Bakal Dapat Bantuan 150 Domba
Petani tembakau yang juga peternak mendapatkan bantuan berupa ratusan hewan ternak.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Petani tembakau yang juga peternak mendapatkan bantuan berupa ratusan hewan ternak. Bantuan sebanyak 150 domba itu disiapkan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang.
Dinas masih melakukan verifikasi dan sebentar lagi bantuan itu akan disalurkan. Bantuan berupa 150 ekor domba tersebut merupakan bagian dari program tahun berjalan.
Bantuan akan diberikan kepada kelompok-kelompok yang berada di bawah naungan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).
Kelompok-kelompok tersebut diusulkan langsung oleh APTI dan akan ditentukan kelayakannya berdasarkan verifikasi lapangan.
Saat ini tercatat ada 250 kelompok tani di bawah APTI Kabupaten Sumedang.
Mursjid Abdollah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DISKANNAK Kabupaten Sumedang kepada TribunJabar.id mengatakan meski total kelompok yang tercatat mencapai 250-an, hingga saat ini baru 49 kelompok yang masuk dalam daftar penerima.
Sisanya, sekitar 200 kelompok lainnya masih berada dalam daftar tunggu dan akan diverifikasi secara bertahap.
“Sampai hari ini, itu baru 49 kelompok yang dapat. Masih ada daftar tunggu 200-an kelompok. Nah, ini bertahap. Usulan dari APTI kita verifikasi mana yang sudah layak untuk mendapatkan bantuan, kita CPCL ke lapangan begitu,” katanya, Jumat (30/5/2025).
Dia menjelaskan, anggaran untuk program bantuan ternak ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan nilai lebih dari Rp600 juta.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 150 ekor domba, yang akan disalurkan sesuai kemampuan anggaran dan hasil verifikasi teknis.
“Ya anggarannya Rp600 juta lebih lah, cuma enggak hafal saya berapanya. Untuk 150 domba,” ujar Mursjid.
Menurutnya, kriteria penerima bantuan didasarkan pada sejumlah syarat normatif.
Di antaranya, kelompok harus memiliki pengukuhan resmi minimal dua tahun, terdaftar secara administrasi di dinas, dan memiliki sarana pendukung seperti kandang. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim teknis dinas tanpa campur tangan unsur lain.
Mursjid berharap program ini tak hanya membantu kelompok peternak mengembangkan usaha, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Harapannya semoga berkembang. Jadi peternak di Sumedang semakin maju. Jadi ternak berkembang biak, bukan berkembang beak (habis),” ujarnya.
| Suasana Haru di Gedung Negara Sumedang Saat Lepas 95 Calon Haji Menuju Asrama Haji Indramayu |
|
|---|
| ‘Clean Energy Day’ : Langkah Nyata Pegawai PLN Sumedang Menuju Net Zero Emission dan Budaya Wellness |
|
|---|
| Kemenag Jabar Sebut MAN IC Sumedang Jadi “Maung”, Madrasah Unggul Berbasis Sains dan Akhlak |
|
|---|
| Di Balik Berdirinya MAN IC, Ada Perjuangan Panjang Komisi III DPRD Sumedang |
|
|---|
| Dony Cerita RSUD Umar Wirahadikusumah, Singgung Lulusan MAN Cendikia Sumedang Akan Jadi Ilmuwan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Mulyadi-petani-tembakau-di-Dusun-Karang-Sambung-Desa-Kadaka-Jaya-Tanjungsari.jpg)