Nikmatnya Sarapan Jajanan Tradisional Surabi Asmara di Soreang
Surabi Asmara setia pada 100 persen tepung beras yang digiling sendiri setiap hari.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Matahari yang cerah begitu menghangatkan tubuh para pesepeda yang istirahat sambil menyantap Surabi Asmara.
Meskipun kini tempat sarapan viral cukup banyak ditemui, namun menikmati sarapan surabi hangat masih menjadi favorit banyak orang.
Seperti Surabi Asmara yang berada di Jalan Al Fathu, Soreang yang selalu penuh pengunjung saat pagi hari.
Berada di kios sederhana, surabi yang dimasak secara dadakan dan disajkan kepada pelanggan selagi hangat ini ramai menjadi perbincangan media sosial karena rasanya yang begitu otentik.
Baca juga: Surabi Cihapit Eksis Sejak 1993, Rasa Legendaris yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Surabi Asmara ini telah berdiri sejak 2010 dan kini dilanjutkan oleh Mara, generasi kedua dari keluarga penjual surabi legendaris.
Mara mengatakan awalnya, warung ini dikenal dengan nama Surabi Kabupaten, merujuk pada lokasi jualannya yang tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung.
“Dulu namanya dikenal Surabi Kabupaten, soalnya mama jualan di sini juga, tapi di sebelah sana. Sekarang saya terusin, ganti nama jadi Surabi Asmara pada 2018 karena terinspirasi dari nama keluarga saya sendiri,” ujar Mara, pemilik kedai.
Ia menyebutkan, nama “Asmara” adalah akronim yang punya makna personal.
“As itu dari istri saya, Asraf nama anak saya, dan Mara itu nama saya sendiri. Jadi Asmara itu singkatan kami bertiga,” katanya ramah.
Meski nama berganti, Mara tetap menjaga kualitas rasa surabi dari sang ibu.
Mara menyebutkan Surabi Asmara setia pada 100 persen tepung beras yang digiling sendiri setiap hari.
“Kalau kami beda dari yang lain. Surabi di sini 100 persen pakai tepung beras, enggak dicampur terigu. Tepungnya juga kami giling sendiri, jadi rasanya khas dan teksturnya tetap lembut,” kata Mara.
Dalam sehari, Surabi Asmara bisa mengolah hingga 15 kilogram tepung beras, dan bisa meningkat jadi 25 kilogram di akhir pekan.
“Hari biasa mah 15 kiloan, kalau Jumat-Sabtu bisa sampai 18 kilo, Minggu bisa sampai 25 kilo, bahkan satu karung, Alhamdulillah ramai terus,” ungkapnya.
| "Kalau Persib Juara Pengen Punya Jodoh dan Nikah", Cerita 3 Sahabat Nobar di Dome Bale Rame Soreang |
|
|---|
| Hijaukan Soreang, 2.000 Peserta Padati Fun Walk LDII di Dome Bale Rame Bandung |
|
|---|
| Progres BRT Bandung: Dishub Siapkan Relokasi PKL ke 11 Terminal Tipe C, Pembangunan Fisik 11 Persen |
|
|---|
| Kecil Tapi Party Jilid 3 Sambangi Soreang, Suguhkan Konser Musik Lebih Dekat dengan Penonton |
|
|---|
| SAKSI KATA: Plafon Ruang Kelas SMKN 1 Soreang Ambruk, Padahal Bangunan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Surabi-Asmara-di-Soreang.jpg)